SLEMAN-Keinginan Pelatih PSS Sleman Sartono Anwar menyeleksi tiga pemain asing sekaligus nampaknya bakal tercapai. Amos Marah dan Julio Alcorse belum datang, kemarin Super Elang Jawa (Super Elja) telah lebih dulu kedatangan mantan penggawa Persiku Kudus, Alberto Souza.
Dalam sesi latihan di Maguwoharjo International Stadium (MIS) kemarin (2/1), penggawa asal Paraguay ini terlihat bermain bersama Anang Hadi dkk. Karena baru datang, Souza terlihat belum bisa menunjukkan kualitas aslinya. Karena itulah Sartono tidak terburu-buru menilai kapasitas Souza.
Namun, adanya dua penyerang asing lain yang datang, Sartono memastikan tidak akan lama-lama memantau Souza. Kemungkinan besar sore ini atau besok Sartono sudah memberikan keputusan.
“Saya belum bisa menilai bagaimana mainnya Souza. Kemungkinan besok (hari ini, Red) kualitas sesungguhnya dari Souza sudah terlihat. Sepertinya dalam waktu dekat saya langsung menentukan, apalagi ada penyerang lain yang akan datang,” kata Sartono.
Sartono memastikan kemampuan Souza bakal langsung diadu dengan Amos. Pagi ini pemilik satu caps tim nasional (timnas) Liberia tersebut dipastikan tiba di Sleman. Kemungkinan besar sore harinya, mantan pemain Persikab Bandung dan Deltras Sidoarjo tersebut sudah ikut berlatih.
Performa yang ditunjukkan Amos pada sesi latihan tentunya bakal mempengaruhi nasib Souza. Bila ternyata Amos bermain lebih baik, pendepakan Souza hanya tinggal menunggu waktu.
“Jika salah satu dari mereka terdepak kemungkinan barulah saya memanggil Julio Alcorse. Sistem dengan mengkomparasikan dua atau lebih penyerang dalam satu sesi latihan nampaknya bakal efektif,” tukasnya.Di bagian lain, laga uji coba menghadapi dua tim lokal Sleman CMB Berbah dan Telaga Utama di MIS besok (4/1) juga bakal dijadikan sebagai ujian fisik pemain PSS. Menghadapi masing-masing klub Sartono bakal menurunkan tim berbeda. Masing-masing lawan dihadapi dalam waktu 60 menit.
Durasi ini memang cukup panjang untuk ukuran uji coba dobel. Tapi memang inilah yang diinginkan Sartono. Dengan durasi yang lama diharapkan fisik para pemain akan terlatih. Selain itu Sartono menginstruksikan para pemainnya bermain dengan tempo yang tinggi. “Harus main dengan tempo tinggi karena ini ujian fisik. Saya berharap para pemain mampu melewatinya,” paparnya.
Sartono menambahkan, pemain yang kurang maksimal dalam laga ini bakal diberikan hukuman. Hukumannya adalah tambahan porsi saat PSS melakukan latihan fisik.
Terkait pertandingan menghadapi Lions XII 10 Januari mendatang, laga itu bakal dijadikan sebagai ajang penentu formasi baku PSS. Sampai saat ini ayah mantan bek nasional Nova Ariyanto tersebut masiih menggodog dua formasi yakni 4-4-2 dan 3-4-3. “Setelah laga lawan Lions XII saya baru menentukan formasi karena itu adalah akhir dari persiapan umum,” ungkapnya.
Asisten Manajer PSS Rumadi mengatakan, dalam laga dua laga uji coba tidak ada target menang untuk PSS. Kata dia yang terpenting PSS bisa tampil bagus dan menghibur. (nes/din)