MUNGKID – Sejumlah harga komoditas mengalami kenaikan di awal tahun ini. Di Pasar Blabak, Kecamatan Mungkid, sejumlah harga seperti daging ayam, telur, ikan nila, dan lainnya mengalami kenaikan cukup signifikan.
Demikian juga dengan telur ayam kampung, terpantau mengalami kenaikan dari Rp 1.350 per butir menjadi Rp 1.500 per butir. Kenaikan terjadi selama sepekan terakhir ini, memasuki libur Natal dan tahun baru.
“Harga telur ayam negeri, naik dari Rp 16 ribu jadi Rp 18 ribu. Ini terjadi hingga sekarang,” ungkap pedagang sembako, Nyonya Darsono, 60, kemarin (2/1).
Harga komoditas lain yang mengalami kenaikan adalah daging ayam dan ikan. Harga ayam jenis biasa naik Rp 3 ribu – Rp 5 ribu per kilogram. Kenaikan harga, dari Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 25 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini juga terjadi sejak liburan Natal dan tahun baru.
“Harga ayam petelur naik dari harga Rp 22 ribu jadi Rp 27 ribu per kilogram. Kenaikan harga sudah terjadi dalam seminggu ini,” kata Karni, pedagang lainnya.
Meski mengalami kenaikan harga, lanjut perempuan berusia 55 tahun ini, stok barang tetap stabil. Dari pemasok pada pedagang komoditas tetap stabil dan tak ada kelangkaan di sejumlah pasar tradisional Kabupaten Magelang.
Adanya kenaiknya harga ersebut, tak begitu mempengaruhi permintaan konsumen. Hingga awal tahun baru, pembeli tetap ramai. Stok daging juga tetap lancar dan tidak ada pengurangan atau kelangkaan dari pengepul.
“Naiknya harga mungkin selain karena liburan Natal dan tahun baru, juga adanya pemilihan kepala desa (Pilkades),” katanya.
Selain komoditas daging ayam, beberapa jenis daging ikan tawar segar juga mengalami kenaikan harga. Ikan nila naik dari harga Rp 20 ribu per kilogram menjadi Rp 22 ribu per kilogram.
“Beberapa jenis telur seperti telur burung puyuh naik dari Rp 22 ribu per kilogram menjadi Rp 23 ribu per kilogram,” ungkapnya.
Terpisah, Kepala Bidang Distribusi dan Perlindungan Konsumen Dinas Perdagangan Pasar Kabupaten Magelang Anang Kusbandiyarto mengakui, ada kenaikan harga komoditas daging dan telur ayam di sejumlah pasar tradisional. Meski begitu, Disdagsar terus memantau ke lapangan, terkait kenaikan harga tersebut.
“Kami melakukan pemantauan di lapangan. Persediaan barang mencukupi, dan barang banyak. Harganya juga naik,” katanya.(ady/hes)