JOGJA – Kejati DIJ kembali mendapatkan dukungan masyarakat menuntaskan sejumlah kasus korupsi yang terjadi di Bantul. Kali ini dukungan datang dari Ngadiyo, pensiunan anggota Satpol PP Kabupaten Bantul.
Ia mengadakan aksi ijen alias tunggal di depan gedung kejati Jalan Sukonandi, kemarin (2/1). Dalam aksinya, warga Banguntapan, Bantul itu membawa tiga poster berlatar warna merah, biru, dan hijau. Poster warna merah dipasang di depan mobil jeep Toyota Hartop yang juga berwarna merah.
“Maju terus, jangan takut. Kami masyarakat DIJ mendukung kejati dalam memberantas korupsi,” kata Ngadiyo saat berorasi.
Sebagai warga Bantul sekaligus pensiunan pegawai negeri sipil (PNS), Ngadiyo merasa geram melihat ulah koruptor di daerahnya. Sebab banyak pejabat yang korup biasanya menggunakan jabatannya mengeruk uang negara. Hanya saha, Ngadiyo enggan menyebutkan nama pejabat berikut instansinya. “Banyak kasus di Bantul yang belum tersenyuh. Kejaksaan sudah punya semua datanya,” tambahnya.
Disinggung penanganan kasus dugaan korupsi di Bantul yang ditangani kejati? Ngadiyo mengapreasi kinerja lembaga adhiyaksa yang dipimpin Suyadi SH tersebut.
Menurut dia, penanganan kasus dugaan korupsi di Bantul berjalan cukup baik seperti hibah Persiba.
“Mari kita tunggu bagaimana hasil kerja kejati selanjutnya,” ungkapnya.
Usai mengadakan aksi, Ngadiyo berbegas masuk ke gedung kejati. Ia ingin menyerahkan pernyataan dukungan itu kepada institusi kejati.
Surat yang dibungkus dalam amplop cokelat tersebut diterima Kasipenkum Kejati DIJ Purwanta Sudarmaji SH. “Mari kita tumpas koruptor-koruptor yang ada di DIJ,” pintanya.
Purwanta mengatakan, dukungan masyarakat kepada kejati merupakan sikap yang positif. Ia berharap warga DIJ yang memberi dukungan kepada kejati semakin banyak terutama dalam mengusut dan memberantas kasus-kasus korupsi. “Dukungan ini tentu memberikan semangat bagi kami agar bekerja lebih keras lagi,” katanya.
Ditany perkembangan penyidikan kasus hibah Persiba, ia menjelaskan, terakhir tim penyidik memeriksa Wakil Bupati Bantul Sumarno Projosumardi. Namun hingga kini penyidik belum mengagendakan jadwal pemeriksaan terhadap kedua tersangka Ketua Umum Persiba HM Idham Samawi, dan mantan Kepala Kantor Pemuda dan Olah Raga Bantul Edy Bowo Nurcahyo.
“Untuk pemeriksaan tersangka belum ada jadwal. Penyidik masih konsentrasi memeriksa saksi-saksi,” terangnya. (mar/kus)