BAMBANGLIPURO – Para pengecer gas elpiji enggan berjualan gas elpiji ukuran 12 kilogram, menyusul kenaikan harga yang mulai berlaku 1 Januari. Mereka pun hanya menyediakan tabung gas ukuran tiga kilogram. “Karena takut nggak laku. Saya nggak berani karena sangat mahal,” ujar seorang pengecer asal Bambanglipuro, Eko Yulianto Nugroho kemarin (2/1).
Dia menyebutkan, harga baru tabung gas ukuran 12 kilogram yang dipatok Pertamina Rp 120 ribu. Tetapi, sampai di tangan konsumen harganya dapat bervariatif, yakni berkisar Rp 130 ribu hingga Rp 135 ribu. “Dulu hanya Rp 80 ribu per tabung,” ujarnya.
Menurut dia, sebelum perayaan Hari Natal harga tabung gas 12 kilogram sudah mencapai Rp 90 ribu. Meski begitu, stok di tingkat pengecer sudah ludes. Itu karena para konsumen telah mengetahui harga tabung gas akan mengalami kenaikan harga. “Sebenarnya saat Natal sudah naik jika dibandingkan pada November yang harganya masih Rp 80 ribu,”jelasnya.
Selain berdampak pada penghasilan para pengecer maupun agen, naiknya harga tabung gas juga dapat memicu konsumen beralih menggunakan tabung gas tiga kilogram. Padahal, stok tabung gas melon di pasaran juga mulai langka.
“Sekali datang dari pangkalan 180 tabung banyak dibeli konsumen. Tak butuh waktu dua hari menjualnya. Sering saya kehabisan stok,” ungkapnya.
Karena itu, Eko mendesak agar Pertamina menambah kuota tabung gas tiga kilogram di Bantul. Tujuannya agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran.
Senada diungkapkan pengecer lainnya, Ari. Menurut dia, dua hari terakhir permintaan gas 12 kilogram menurun drastis. Sebelum ada kenaikan Ari dapat menjual 5 hingga 10 tabung perhari. “Sekarang hanya empat tabung sehari,” keluhnya.
Pasca kenaikan harga, tambah Ari, banyak konsumen yang membeli tabung gas melon beserta isinya. Itu karena harganya masih relatif murah. “Karena disubsidi oleh pemerintah,” pungkasnya.(zam/din)