BANTUL – Polres Bantul menggelar reka ulang kasus pembunuhan Slamet Panujiyono alias Didit, 26, warga Medelen, Sumberagung, Jetis di Jl Parangtritis KM 14,5 Patalan Jetis kemarin (8/1). Hal itu dilakukan untuk melengkapi berkas perkara empat tersangka pelaku pembunuhan yang terjadi 30 November 2013 itu.
Mereka adalah IS, 24, warga Gerselo, Patalan, Jetis; DP, 30, warga Cangapan, Patalan, Jetis; GS, 20, warga Ngibikan, Canden, Jetis; dan WP, 28, warga Gerselo, Patalan, Jetis. Seorang pelaku yang diketahui sebagai aktor utama penganiayan, yaitu WP merupakan oknum anggota TNI Angkatan Laut (AL).Sebanyak 43 adegan diperagakan dalam reka ulang yang digelar di halaman Mapolres Bantul tersebut dan 10 adegan di antaranya belum tercantum dalam berita acara pemeriksaan. Pada salah satu adegan dalam reka ulang tersebut terlihat seorang tersangka yang berinisial IS sempat menyiramkan bensin ke arah tubuh korban setelah dia gagal membacoknya dengan sebilah celurit.
Bensin tersebut dibawa dari SPBU yang tidak jauh dari lokasi kejadian. Mereka tidak membelinya, melainkan mengambil sendiri yang dituangkan dalam dua botol minuman air kemasan.Sebelumnya, korban sempat memukul seorang tersangka utama berinisial WP hingga tersungkur. Kemudian, keempat tersangka mengeroyoknya hingga terjatuh ke tanah.
Berulang kali dua tersangka utama WP dan IS menganiaya korban dan membacok beberapa bagian tubuh korban dengan sebilah golok yang telah mereka bawa. Tidak hanya itu, korban yang sudah tersungkur ke tanah juga sempat dihantam menggunakan conblok.
Reka ulang yang berlangsung selama hampir 2,5 jam tersebut disaksikan puluhan orang. Polres menerjunkan sejumlah personel untuk mengamankan reka ulang ini. Selain itu, sejumlah petugas dari polisi militer angkatan laut juga turut ambil bagian.Kasat Reskrim Polres Bantul AKP Moch Kasim menuturkan, reka ulang bertujuan untuk melengkapi berkas perkara keempat tersangka. Kemudian, berkas akan diserahkan kepada kejaksaan negeri.”Untuk WP kami serahkan kepada kesatuannya. Dia masih aktif, meski pada bulan Juni kemarin dia desersi,” ungkapnya. Keempat tersangka dijerat dengan pasal 338 subsider 351 dan 170, dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara.(zam/din)