SLEMAN – Gugatan praperadilan yang diajukan Jogja Police Watch (JPW) terhadap Kapolda DIJ menjadi perkara perdana di Pengadilan Negeri (PN) Sleman. Itu terlihat dengan nomor register 01/PID.PRA/2014/PN.SLMN atas perkara tersebut. “Gugatan JPW ini menjadi pembuka 2014. Sedangkan gugatan PWI Cabang Jogja yang lalu mengakhiri 2013,” ungkap Koordinator Tim Advokasi Pencari Keadilan untuk Udin (TAPKU) Ramdlon Naning SH di PN Sleman, kemarin.
Ramdlon mengatakan, secara substansi gugatan JPW yang dibelanya tak berbeda jauh dengan permohonan praperadilan PWI Cabang Jogja. Meski materi sama, Ramdlon berharap, hakim punya perspektif baru. “Kita ingin ada keberanian hakim dalam mewujudkan keadilan,” ujar Ramdlon didampingi lima anggota TAPKU Lasdin Wlas SH, Kurnia Nuryawan SH, Safiudin SH, Maryanto SH, dan Dadang Ardani SH.
Dalam gugatan itu, TAPKU memberikan referensi putusan PN Sumbawa yang mengabulkan praperadilan dalam perkara penyitaan yang dilakukan Polda NTB. “Kita tunggu saja, apakah hakim berani tidak memutuskan sesuai rasa keadilan dan hati nurani. Ini episode kedua. Masih ada episode-episode lainnya yang kita siapkan,” cetus advokat yang berpraktik sejak 1979 ini.
Apalagi, lanjut dia, tujuh bulan lagi pada 13 Agustus 2014, kasus Udin genap memasuki 18 tahun atau masa kedaluwarsa. “Semoga 2014 ini menjadi tahun berbeda,” harapnya.Dukungan atas gugatan JPW juga disampaikan Ketua PWI Cabang Jogja Sihono Harto Taruno. Ia mengatakan, PWI mendukung langkah siapapun yang terus mencari keadilan untuk Udin. “Kita dukung episode-episode berikutnya,” tegas Sihono.
Sedangkan Ketua JPW Asril Sutan Marajo mengatakan, lembaganya berhak “turut campur” dalam perkara tersebut. Sebab, pihaknya melihat kinerja Polda DIJ terkesan tak serius mengusut perkara Udin.Ketidakseriusan polisi mengusut kasus ini, kata dia, mulai dari penyelidikan hingga menangkap tersangka palsu yakni Dwi Sumaji alias Iwik dengan dugaan perselingkuhan. Iwik dibebaskan oleh Pengadilan Negeri Bantul pada 27 Nopember 1997 karena tak terbukti bersalah. Bahkan, jaksa penuntut umum menuntut bebas Iwik.
Hingga saat ini atau lebih dari 17 tahun sejak kasus terjadi, polisi tak bisa mengungkap tabir di balik kasus tewasnya Udin. Bahkan, kasus ini telah berlalu dengan melewati kepemimpinan seorang Kapolwil dan 16 Kapolda DIJ. Tapi, pengungkapan misteri kematian Udin tak kunjung selesai. Asril menyatakan, sering memberi masukan kepada penyidik Polda agar memfokuskan penyelidikan dan penyidikan dengan latar belakang pemberitaan yang ditulis Udin. “Sayangnya polisi tetap bersikukuh itu karena perselingkuhan. Sudah jelas itu tak terbukti secara hukum kok dipaksakan. Ini mengada-ada,” sesal Asril.Asril menuding, ketidakseriusan penyidik Polda DIJ dalam upaya penegakan hukum melanggar Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Kepolisian Negara RI (pasal 13 jo pasal 14 ayat (1) huruf g) jo Peraturan Kapolri No 14 Tahun 2012 tentang Manajemen Penyidikan Tindak Pidana.
“Karena itulah kami selaku pengawas kinerja polisi menggugat penyidik Polda DIJ,” sambung Kadiv Pengaduan Masyarakat JPW Baharudin M. Kamba.
Baharudin menilai, sampai saat ini aparat seolah-olah masih berupaya melakukan penyelidikan dan penyidikan. Di sisi lain polisi selalu mengemukakan keyakinan bahwa pembunuh Udin adalah Iwik. “Sehingga kasus ini dianggap selesai. Kan Iwik sudah jelas-jelas dinyatakan tidak terbukti dalam persidangan,” jelasnya.Dalam pantauan JPW, lanjut Baharudin, patut diduga polisi telah secara diam-diam dan sepihak tidak menindaklanjuti proses penyelidikan dengan berbagai dalih. Jika pun polisi melakukan penyelidikan, langkah itu tak pernah membuahkan hasil.
“Itu bisa dimaknai bahwa polisi telah menghentikan penyidikan secara diam-diam,” terang Baharudin.Hal-hal itu mendorong JPW menggugat praperadilan. Baharudin berharap pengadilan memerintahkan polisi melanjutkan penyidikan perkara meninggalnya Udin. Setidaknya, ujarnya, memerintahkan polisi segera menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP-3) atas perkara tersebut. “Itu demi kepastian hukum dan tegaknya supremasi hukum,” tegasnya. (yog/amd)