JOGJA – Taman Pintar layak dikembangan. Salah satu dasarnya adalah tingginya jumlah pengunjung yang datang ke wahana edukasi dan rekreasi yang berada di Jl Panembahan Senopati Jogja tersebut.
Sepanjang tahun lalu tercatat jumlah pengunjung menembus sejuta orang. Bahkan, banyak calon pengunjung yang akhirnya tidak tertampung. Itu lantaran kapasitas Tampin tak memadai lagi.
Terkait hal itu, muncul gagasan membangun wahana serupa di lokasi lain. Lokasinya diusulkan di bagian selatan Jogja. Sebab, wailayah selatan dinilai lebih lambat berkembang dibanding wilayah utara.
Sekretaris Komisi B DPRD Kota Jogja Bagus Sumbarja mengusulkan Taman Pintar dapat memanfaatkan gedung-gedung di kompleks XT Square. Terlebih, ada sejumlah gedung di pusat seni, kerajinan, dan kuliber tersebut yang tidak maksimal.
Daripada mangkrak, unar dia, bangunan di XT Square bisa dimanfaatkan untuk membuka Taman Pintar 2. “Ini selain memaksimalkan kekosongan gedung juga untuk menarik wisatawan datang ke XT Square,” ujar Bagus kemarin (9/1).
Bagus menyarankan, Pemkot Jogja bisa turut memikirkan inovasi XT Square agar banyak wisatawan datang. Ini bisa dilakukan dengan alternatif mengarahkan minat pengunjung Taman Pintar yang membeludak ke XT Square.
“Malah bisa memenuhi target tiga juta pengunjung Taman Pintar,” imbuhnya.
Ia menambahkan, pengembangan Taman Pintar tak bisa maksimal. Lahan yang sudah penuh bangunan akan menyulitkan pengelola untuk memaksimalkan target tiga juta pengunjung. “Suasananya sudah sangat tidak nyaman. Malah membuat citra Taman Pintar itu rusak bagi wisatawan,” jelasnya.
Pengembangan XT Square dengan konsep seperti Taman Pintar, lanjut Bagus, juga akan membuat lebih hidup kawasan selatan Jogja. Sebab, selama ini pemkot seperti kehabisan akal untuk mengembangkan wilayah selatan Jogja agar tak ketinggalan dengan bagian utara Jogja.
“Kalau tidak di XT Square, bisa di Terminal Giwangan. Tapi sekarang masih proses hukum. Kapan selesainya juga tidak bisa diprediksi,” tandasnya.
Dari kedua alternartif itu, Bagus menegaskan lebih mendukung jika Taman Pintar membuka cabang di XT Square. Terlebih kontribusi XT Square dalam wujud pendapatan asli daerah (PAD) sampai saat ini masih nol.
“Itu malah lebih realistis dengan memanfaatkan gedung-gedung di sana,” katanya.
Sebelumnya, Kepala Taman Pintar Yunianto Dwi Sutono mengaku, pengunjung Taman Pintar sudah menembus satu juta orang. Tepatnya 1.067.166 orang. Capaian itu lebih besar 14,86 persen dari target. Target yang dipancang manajemen yakni 929.056 orang.
Capaian itu sebenarnya masih bisa jauh lebih besar. Hanya, jika dipaksakan justru dapat membuat pengunjung tidak nyaman. Sebab, jumlah pengunjung yang datang sejatinya sudah melebihi batas ideal.
Sesuai perhitungan, pengunjung Taman Pintar idealnya tiap hari hanya tiga ribu orang. “Sabtu 4 Januari lalu, mencapai 10.669 orang. Itu sudah sangat sumpek. Pengunjung tidak nyaman karena penuh dengan orang,” ujar Kepala Kantor Taman Pintar Yunianto. Ia mengungkapkan, untuk meningkatkan jumlah pengunjung butuh dukungan semua pihak. Sebab, hal tersebut berkaitan erat dengan akses lalu lintas menuju Taman Pintar dan lahan parkir untuk kendaraan pengunjung. “Liburan kemarin (awal tahun) banyak tamu yang datang menggunakan bus akhirnya tidak jadi masuk ke sini. Karena hanya untuk masuk ke sini saja sulit. Ditambah lokasi parkir sudah tidak ada yang kosong,” terang Yunianto. (eri/amd)