JOGJA – Tersangka kasus dugaan korupsi pupuk bersubsidi senilai Rp 800 juta yakni Edi Sumarno untuk sementara waktu masih bisa bersantai. Sebab, berkas perkara yang membelit dirinya masih belum dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jogjakarta.
Jaksa peneliti bidang penuntutan Kejati DIJ memutuskan mengembalikan berkas yang dilimpahkan tim penyidik yang masih satu institusi. “Berkas atas nama tersangka Edi Sumarno, tersangka pupuk bersubsidi belum lengkap, ada koreksi,” kata Kasi Penuntutan pada Aspidsus Kejati DIJ, Mei Abeto Harahap SH kemarin (9/1).
Menurut Abeto, ada sejumlah syarat formal yang harus dilengkapi oleh penyidik sebelum dinyatakan lengkap atau P21. Hanya, dia tidak bersedia menyebutkan syarat formal apa yang dimaksud. “Itu tugas penyidik untuk melengkapi,” tambah Abeto.
Beredar kabar, kasus subsidi pupuk membuat tersangka Edi sakit. Kini tersangka, yang pernah dinyatakan meninggal namun belakangan diketahui masih hidup, sedang menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Jogjakarta. Muncul spekulasi, Edi sakit karena terbebani dua masalah hukum yang membelitnya. Yakni, kasus dugaan korupsi pupuk bersubsidi dan pemalsuan surat kematian atas nama dirinya yang kini sedang disidik Polda DIJ.
“Memang benar tersangka sedang menjalani perawatan. Saat ini tersangka ada di rumah sakit Polri,” tandas Abeto.
Kasi Penyidikan Pidana Khusus Kejati DIJ M Anshar Wahyudi mengatakan tim penyidik siap melengkapi berkas agar kasus ini bisa segera dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jogjakarta. Saat ini, tim penyidik tengah bekerja untuk melengkapi berkas seperti petunjuk jaksa peneliti.
“Tentu berkas akan kami lengkapi. Sebab, masih ada kasus lain yang menunggu untuk dituntaskan,” terang Anshar yang enggan membeberkan kasus lain yang dimaksud. (mar/kus)