• Banyak Figur yang Memenuhi Syarat

SLEMAN– Jabatan sekda Sleman yang habis pada Mei 2014 tidak lagi jadi kursi panas yang penuh teka-teki siapa bakal mendudukinya. Tetapi, pejabat eselon II yang masuk bursa calon sekretaris daerah (sekda) Pemkab Sleman harus siap gigit jari.Itu akan terjadi jika pemerintah pusat segera mengundangkan RUU Aparatur Sipil Negara (ASN). Regulasi paling gres menggariskan, usia pensiun bagi pejabat eselon II dan I sampai 60 tahun. Itu artinya, jabatan sekda tetap akan diduduki oleh dr Sunartono. Paling tidak sampai 2016. Padahal, mantan kepala dinas kesehatan itu seharusnya pensiun per 1 Mei 2014. Itu setalah masa kerjanya diperpanjang selama 2,5 tahun.Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Iswoyo Hadiwarno membenarkan hal itu. Sesuai aturan kepegawaian saat ini, setiap pegawai negeri sipil (PNS) pensiun pada usia 56. Bagi pejabat eselon II dan I, masa kerja bisa diperpanjang hingga usia 60. Ketentuan itu tidak berlaku bagi guru, yang batas pensiunnya ditetapkan 60 tahun. “Aturannya memang seperti itu. Saat ini saya masih menunggu kepastian mulai diberlakukannya aturan itu,” ungkapnya.Sumber Radar Jogja di sekretariat Pemkab Sleman menyebut banyak calon yang mengantre untuk menduduki jabatan sekda. Paling tidak, mereka telah memenuhi syarat formal. Di antaranya, pejabat bersangkutan minimal dua kali pernah menduduki jabatan setingkat eselon II yang berlainan.Selain itu, pejabat tersebut diajukan oleh bupati kepada gubernur dan lolos fit and proper test.Dari catatan Radar Jogja, Sleman memiliki banyak pejabat yang memenuhi syarat. Termasuk salah satunya Iswoyo sendiri. Pejabat berlatarbelakang pendidikan ilmu hukum itu pernah menjabat sebagai asisten sekda bidang pemerintahan dan BKD. Selain Iswoyo, di antaranya Widi Sutikno, yang pernah menjabat kepala Dinas SDAEM dan Dinas Pertanian; serta Julisetiono Dwi Wasito (Disnakersos dan BPBD). Ada juga pejabat perempuan, yakni Suyamsih (Dinas Pendidikan dan asisten sekda bidang pembangunan) dan Intriyati Yudhatiningsih (Dinas Kesehatan dan Bappeda). “Mengenai siapa nama yang diajukan itu domain bupati,” ucap Iswoyo enggan membeber siapa saja nama bakal calon sekda Sleman.Bupati Sleman Sri Purnomo pernah mengatakan, nama-nama calon sekda telah dikirim ke gubernur. Namun, Sri juga enggan membeber siapa bakal penerus Sunartono.Di sisi lain, Sleman masih mengalami kekosongan pejabat eselon II sebanyak 8 lowongan. Antara lain 5 posisi staf ahli bupati, kepala dispenda, disperindagkop, dan SDAEM. Untuk masing-masing dinas saat ini dipimpin seorang pelaksana tugas. Sementara posisi staf ahli kosong.Pada bagian lain, Iswoyo mengatakan, pemberlakuan RUU ASM justru akan menambah kekuatan pemerintah dari sisi kuantitas. Sebab, selama tiga tahun terakhir, Sleman terjerat moratorium pegawai, sehingga tak bisa menambah tenaga. Padahal tiap tahun jumlah pegawai pensiun mencapai 450-500 orang. Dari jumlah tersebut, 2/3 di antaranya guru. Artinya, tahun ini ada sekitar 150-200 orang pegawai yang tertunda pensiunnya hingga dua tahun kedepan. Saat ini jumlah pegawai pemkab sebanyak 11.892. “Tahun ini hanya guru yang pensiun,” kata Iswoyo.Saat ini Iswoyo tengah menunggu keputusan pemerintah pusat tentang masa berlaku aturan. Jika terhitung per 1 Januari 2014, pegawai yang terlanjur pensiun di rumah akan dipanggil untuk dipekerjakan lagi.Merujuk ketentuan RUU ASN, semua PNS pensiun pada usia 58 tahun. “Makanya kami belum berani mengisi jabatan yang ditinggal pensiun. Siapa tahu mereka dipanggil lagi,” ujar Iswoyo.(yog/din)