Celengan Masa Depan untuk Adik Asuh
Celengan – biasanya digunakan untuk menyimpan dan menyisakan uang jajan. Umumnya celengan dimiliki oleh anak-anak sebagai cara sederhana untuk mengajarkan anak menabung. Bagi Coin A Cance (CAC), celengan bukan sekadar cara menabung yang dikumpulkan bersama untuk dimanfaatkan sendiri oleh komunitas ini. Melainkan cara mengumpulkan biaya untuk digunakan bagi adik-adik yang memiliki semangat belajar tinggi namun terbentur keadaan financial. CAC network Jogja terbentuk pada 19 April 2009, beberapa bulan dari CAC Jakarta yang merupakan induk semang dari gerakan yang fokus dalam bidang pendidikan ini.
“Waktu itu Alluisius Dian Hartanto atau Anto salah satu yang menggagas untuk mengaplikasikan komunitas ini di Jogja,” ujar Koordinator Eksternal CAC Muhammad Anugrah Firdaus Kamis (9/1).
Saat ini ada 31 adik asuh yang mendapat perhatian serius dari CAC, tidak hanya soal biaya melainkan pendampingan dan perkembangan pendidikannya. Melalui program Coin Collecting Day (CCD), celengan yang sudah disebar di lebih dari 50 drop zone (tempat) dikumpulkan kemudian dihitung bersama. CCD bukan hanya ajang mengumpulkan koin dari para volunteer dan coiners, sebutan untuk orang uang memasukan koin, tetapi forum kumpul-kumpul bagi lebih dari 80 volunteer di DIJ. “Juga bagi siapa saja yang ingin terlibat dan mengetahui lebih dalam tentang CAC,” ungkapnya.
Uang yang terkumpul, kemudian diberikan bagi adik asuh sebagai beasiswa pendidikan yang diberikan melalui sekolah. Sehingga perkembangan pendidikan dan beasiswa yang diberikan tetap terpantau.
“Dari kita sendiri juga tetap melakukan pendampingan. Pendamping selain dilakukan oleh kakak asuh (dari para volunteer) juga ada program seperti Kelas Mimpi, Kelas Karya,” ujar Anugrah.
Gunanya pendampingan, Anugrah menambahkan, untuk monitoring beasiswa. Serta melihat perkembangan adik asuh, juga monitoring orang tua dan sekolah yang berhubungan dengan dunia pendidikan adik asuh. Sebab adik asuh yang dipilih tidak hanya berdasar rekomendasi dari sekolah dan hasil survei, melainkan juga melihat semangat belajar dari si anak . “Tidak harus berprestasi tapi kita lebih melihat pada semangat belajarnya, selain mereka tidak memiliki atau kesulitan biaya untuk sekolah,” papar Anugrah. Misi dan visi terbesar yang diusung teman-teman CAC yakni dapat membantu para adik asuh menyelesaikan sekolahnya hingga lulus SMA. Meskipun tidak semua adik asuh mendapat beasiswa dari CCD, karena ada beberapa donatur yang mempercayakan CAC untuk membantu adik asuh bersekolah.
“Bagi kita para volunteer juga ada program Voluntery Building, yakni ajang training dan refreshing para volunteer untuk menambah pengetahuan dan lebih mengerti visi misi CAC,” ujar Koordinator Even Bima Rizky.
Bima menuturkan, CAC yang akan menginjak usia 5 tahun ini diharapkan dapat merangkul lebih banyak pelajar dan mahasiswa untuk bergabung. Juga mengajak anak muda lainnya untuk peduli pada dunia pendidikan dengan cara sederhana. Dengan bertambahnya volunteer diharapkan CAC juga dapat menambah lagi adik asuh dari berbagai daerah di DIJ. (dya/ila)