BERKENDARA di jalan raya memiliki disiplin dan tanggung jawab yang besar. Pengendara tidak seharusnya berkendara dengan arogan bahkan seenaknya sendiri. Tentunya setiap pengendara harus cerdas dan tidak egois. Sehingga perlu ada saling menghargai dan berbagi saat berkendara di jalan raya. Prinsip inilah yang diterapkan oleh Jogja Beat Riders, sekelompok pemuda penunggang sepeda motor Honda Beat.Ditemui saat gelaran roadshow Honda DBL Jogja Series di SMAN 1 Sleman (9/1), sang ketua Radit Eko Purnomo menjelaskan sejarah kelompok ini. Komunitas yang sudah berdiri dari tahun 2009 ini memiliki 120 anggota. Dari jumlah itu anggota aktif berjumlah 80 orang. Selain menampilkan sosok motor standar, ada juga modifikasi touring, supermotto, fashion daily use, fashion contest hingga roadrace.Meski mengalami banyak perubahan, namun keselamatan berkendara tetap diutamakan. Ciri khas dari komunitas ini yaitu perlengkapan motor yang lengkap. Bahkan berkat prestasinya ini, Jogja Beat Riders menjadi salah satu duta Safety Riding pabrikan motor Honda di Jogjakarta. “Berkendara itu wajib mematuhi rambu-rambu. Ada tata karma dan sopan santun juga dalam berkendara. Tentunya ini demi keselamatan bersama dan diri sendiri tentunya,” kata Radit.Radit mengaku menyesalkan tindakan sejumlah orang yang arogan dalam berkendara. Dirinya mencontohkan banyak komunitas otomotif yang menutup jalan ketika konvoi. Tindakan ini tentunya salah, karena prinsip berbagi jalan harus ditegakkan.Imbas dari arogansi jalan raya ini tentunya masyarakat menjadi tidak respect kepada semua komunitas otomotif. Radit bersama timnya ingin meluruskan stigma yang salah ini. Bahkan timnya tak segan-segan untuk kampanye safety riding demi menjaga keselamatan bersama. “Menghilangkan perlakuan merasa istimewa saat berkendara di jalan raya. Sama-sama membayar pajak, jadi harus mencirikan pengendara yang bijak dan cerdas,” kata Radit.Dalam menguatkan komunikasi, komunitas ini kerap berkumpul pada malam-malam tertentu. Seperti setiap hari Rabu malam di seputaran Bundaran UGM, dan hari Sabtu malam di areal Mc’Donald di Jalan Sudirman. “Inti dari komunitas ini adalah berkumpul dan menjaga persaudaraan melalui perantara motor. Sehingga nilai-nilai persaudaraan menjadi landasan bagi komunitas ini,” kata Radit. (dwi/ila)