UPT Pemadam Kebakaran
Terima Mobil Baru
SLEMAN- UPT Pemadam Kebakaran
(Damkar) pada Badan Penanggulangan
Bencana Daerah (BPBD) Sleman
terkendala minimnya personel dan
fasilitas.
Mereka sering kewalahan saat bertugas
lantaran keterbatasan sarana dan
tenaga. Terlebih jika kejadian kebakaran
malam hari. Konsekuensinya, jumlah
tim tidak bisa maksimal karena harus
ada yang siaga di posko. Padahal,
setiap personel dituntut siap 24 jam
untuk terjun ke lapangan.
Kepala UPT Pemadam Kebakaran
Ismu Ahmad Widodo mengatakan,
saat ini institusinya diperkuat 27
personel operasional aktif. Mereka
dibagi tiap regu terdiri atas 6-7 orang.
Mereka didukung empat unit mobil
pemadam plus satu unit skylift, dua
unit truk tangki, dan puluhan baju
tahan panas.
“Setiap tahun kami selalu menambah
baju tahan panas meski hanya satu
setel. Tapi itu tetap belum mencukupi
kebutuhan,” bebernya kemarin (9/1).
Nah, mulai kemarin UPT Pemadam
Kebakaran mendapatkan tambahan
memiliki mobil operasional baru
bantuan Pemprov DIJ itu berjenis
skylift, dilengkapi tangga setinggi 14
meter. Blanwir itu juga dilengkapi
tangki air berkapasitas dua ribu liter.
Plus perlengkapan dan peralatan personel,
seperti baju tahan panas komplet
dengan helm serta breathing aparatus.
Namun, tambahan amunisi bagi korps
biru penjinak api itu ternyata belum
mampu mendekatkan jarak pada kebutuhan
ideal. Khususnya kelengkapan
personel. Setidaknya, tiap terjadi kebakaran,
setiap personil harus mengenakan
baju tahan api atau tahan panas. “Kenyataannya,
itu belum bisa terealisasi
karena masalah keterbatasan anggaran
pemerintah,” tambahnya.
Di bagian lain, wilayah Sleman
termasuk sering terjadi kasus kebakaran.
Selama 2013 tercatat 65 laporan masuk
ke UPT.
Dibanding tahun sebelumnya memang
ada penurunan jumlah kasus. Pada
2012 terjadi 81 kebakaran.
Kendati begitu, tingkat kebakaran
tidak sebanding dengan ketersediaan
sarana dan petugas operasional.
“Standarnya tiap ada kejadian tiap
petugas harus pakai savety uniform.
Protapnya seperti itu. Tetapi itu belum
bisa terpenuhi,” ungkap Ismu.
Menurut Ismu, baju tahan panas
lengkap harganya bisa mencapai Rp
10 juta per biji. Termasuk helm dan
sepatu boot.
Masalah lain yang dihadapi anggota
pemadam, minimnya kesadaran
masyarakat dalam berlalulintas di
jalan. Masih banyak pengendara mobil
tidak mau mengalah dengan mobil
pemadam. Akibatnya, api terlanjur
membesar saat mobil blanwir sampai
lokasi kejadian. (yog/din/rg)