Ganggu Aktivitas Olahraga, Butuh Penambahan Biopori
PURWOREJO – Pojok Alun-alun bagian tenggara selalu tergenang saat hujan turun berintesitas tinggi. Kondisi itu menganggu aktivitas olahraga. Terlebih titik itu ada lapangan voli dan sepak bola yang digunakan siswa sekolah. Kondisi tersebut sering dikeluhkan warga atau pelajar yang memanfaatkan Alun-alun untuk berolah raga. Tidak hanya itu, sisi selatan Alun-alun Purworejo sering tergenang. Sementara upacara hari-hari nasional selalu dipusatkan di situ. Silvia Caesar, 12, siswi Madrasah Aliyah Negri (MAN) Purworejo mengungkapkan, genangan air cukip mengganggu. Lantaran di kawasan ini, dia dan teman-temannya dari sekolah yang sama memusatkan kegiatan. “Kegiatan olahraga sekolah di sini, lantaran sekolah kami tak jauh dari Alun-alun. Genangan air ini jelas mengganggu aktivitas kami,” kata Silvia, Sabtu (11/1). Damaryanti, 35, mengungkapkan hal senada. Kendati air yang menggenang di sisi tenggara Alun-alun surut dengan sendirinya, sudah saatnya pemerintah memikirkan penangannya agar ketika hujan lapangan tetap bisa digunakan. “Kalau tergenang, bisanya kering sendiri. Namun, membutuhkan waktu lama. Kadang sampai sore baru kering. Setahu saya, tidak ada biopori atau resapannya,” ujarnya.
Ia menambahkan, kondisi lapangan yang tergenang air, membuat warga dan pelajar pindah ke trotoar. Cara tersebut tidak menyelesaikan solusi, hanya menambah. Karena, pengguna trotoar jadi terganggu.
Terpisah, Kasi Pengendalian Pencemaran, Kerusakan, dan Analis Mengenai Dampak Lingkungan Kantor Lingkungan Hidup (KLH) Purworejo Sulistiono S Sos menanggapi, genangan terjadi lantaran lapisan tanah Alun-alun cukup keras, sehingga air hujan sulit meresap.
Kendati begitu, KLH telah berupaya membuat saluran drainase di sekitar titik genangan.
“Mungkin karena intensitas hujan yang tinggi, jadi saluran drainase tidak bisa berfungsi maskimal. Saat musim hujan, volume air selalu meningkat, sehingga lapangan jadi muara air,” katanya.
Menurut Sulistiono, kantor KLH sudah menyiapkan langkah tindakan. Yakni, memperbanyak lubang resapan air di titik genangan.Harapannya, saat hujan, air segera meresap ke dalam tanah sehingga tidak menggangu aktivitas pelajar dan warga.(tom/hes)