Semakin banyaknya desa-desa di Gunungkidul menjadi desa wisat memunculkan kekhawatiran datangnya investor asing yang merugikan penduduk lokal. Guna menghindari hal tersebut sejumlah stakeholder menggelar pertemuan untuk menyikapinya.
GUNAWAN, Patuk
ANGGOTA DPRD DIJ Eko Suwanto mengatakan, potensi desa wisata di Kecamatan Patuk Gunungkidul sangat besar. Namun, jangan sampai akibat wisata yang berkembang, justru dinikmati investor asing misalnya, tanah warga dibeli dan dijadikan hotel atau vila.”Prinsipnya pengembangan wisata Patuk harus dinikmati dan nilai lebih ekonomi dirasakan warga masyarakat Gunungkidul. Investasi dibolehkan asal tidak melanggar hak-hak warga masyarakat dan mengedepankan kepentingan Gunungkidul dan umumnya kepentingan nasional,” kata Eko Suwanto dalam diskusi mengembangkan Kecamatan Patuk sebagai gerbang utama wisata Kabupaten Gunungkidul di Kampung Emas Plumbungan, Putat, Patuk (11/1).Turut hadir, Ketua DPRD Gunungkidul Budi Utama, Sekretaris Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Nurhadi sebagai narasumber. Pesertanya para pengelola wisata dan karang taruna se-Kecamatan Patuk.Eko Suwanto melanjutkan, pemerintah harus menjadi garda terdepan dalam perlindungan pelaku dan kawasan wisata. Untuk itu pihaknya mendukung langkah DPRD setempat bersama bupati untuk menyusun kebijakan dan penganggaran dalam mendukung peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan wisata, khususnya Patuk.”Di sini (Patuk), ada kerajinan topeng kayu memiliki nilai estetik dan sejarah tinggi. Ada wisata alam, ada juga wisata kuliner Kampung Emas. Dari sisi potensi kawasan wisata Patuk luar biasa. Saya percaya peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengembangan kawasan wisata dengan gerak yang sama antara warga, pemerintah, DPRD dan pelaku usaha lainnya,” terangnya.Menurut Eko, untuk mendukung kawasan wisata berkualitas dan menarik wisatawan datang dan berbelanja, diperlukan dukungan infrastruktur jalan, manajemen transportasi berkualitas, manajemen promosi, serta sarana akomodasi khususnya penginapan mendorong rumah sewa warga, dan aspek jaminan keamanan.Sebelumnya, Ketua DPRD Gunungkidul mengaku siap mendukung program desa wisata yang belakangan banyak bermunculan di wilayahnya. Kusus bagi pengelola kawasan Patuk pihaknya meminta supaya dibentuk forum bersama supaya lebih kuat. “Apapun bentuk programnya, kami nanti siap mendukung bersama eksekutif,” tegasnya.Sementara itu dalam acara diskusi, narasumber mendapat banyak keluhan. Salah satunya, pengelola kesulitan dalam pendanaan. Selain itu, muncul pertanyaan dari peserta bagaimana membentengi diri dari arus budaya asing kaitannya dengan masuknya turis manca negara. (*/iwa)