JOGJA – Meninggalnya Nova Arif Safaat mengundang keprihatinan komunitas sepeda. Pelajar kelas 1 sekolah dasar itu mengembuskan napas terakhir usai tertabrak bus pariwisata pada 5 Januari lalu.
Kemarin (12/1) puluhan warga dari berbagai komunitas sepeda di Sleman melakukan pembuatan lajur sepeda di sekitar Lapangan Denggung, Beran, Sleman. Pembuatan lajur sepeda ini merupakan bentuk kepedulian mereka terkait bahaya yang ada di jalan.
Apalagi, fasilitas publik untuk pesepeda dinilai masih sangat minim. Untuk itu, mereka membuat lajur sepeda secara swadaya. Mereka membeli cat untuk menandai jalur sepeda dengan cara menggalang dana secara iuran.
Komunitas-komunitas sepeda di Sleman ini merencanakan untuk melanjutkan aksi mereka dengan membuat ruang tunggu sepeda dan lajur-lajur sepeda di tempat Sleman untuk mencicil kebutuhan masyarakat khususnya pesepeda akan ruang hidup yang aman.
adalah satu dari sekian banyak pesepeda yang menjadi korban kecelakaan di Jalan. Namun sungguh ironis bahwa kejadian seperti yang dialami Nova terus menerus terjadi dan terulang. Di DIY sendiri, terhitung terjadi 2 kecelakaan dalam setiap harinya.
situasi jalanan yang berbahaya tersebut merupakan bentuk dari gagalnya pengelolaan ruang hidup. Ruang hidup yang mestinya nyaman dan ramah untuk ditinggali saat ini menjadi buas dan berbahaya terutama jalan raya yang setiap harinya pasti kita gunakan. sesungguhnya Negara kita telah memiliki Undang-undang lalu lintas dan transportasi yang di tulis pada UURI no 22 tahun 2009. Sayangnya pada tataran inplementasi, Undang-undang ini tak kesemuanya terealisasikan. Hal hal terkait dengan pesepeda pejalan kaki dan difabel masih belum di perhatikan. Padahal, merekalah kelompok rentan bila kita berbicara soal konteks lalu lintas dan jalanan. Nova adalah bukti nyata pentingnya perlindungan dan penjaminan keamanan untuk pesepeda dan kelompok rentan yang lain.
“Pembuatan lajur sepeda ini hanya merupakan awal untuk perbaikan kondisi jalan dan perubahan mind set publik atas permakluman terhadap kecelakaan lalu lintas,” jelas Via Vidi Susilo selaku koordinator aksi.
Dia menyatakan, sekitar Lapangan Denggung dipilih sebagai lokasi aksi karena representasi dari wajah Sleman. Menurutnya, sampai saat fasilitas untuk menjamin keamanan pesepeda di jalan raya masih kurang layak.
“Kami berharap Pemda Sleman segera tanggap dan bersikap untuk membangun jalanan yang aman bagi semua dan jangan berlama-lama di zona nyaman tanpa ada geliat sedikit pun ke arah perubahan,” jelasnya. (eri/amd/ga)