BANTUL – Tujuan dari sebuah kesenian tidak hanya dipentaskan dalam suatu pertunjukan. Kesenian juga dapat mewujudkan konsep kesatuan dalam generasi muda.Bertajuk Ketika Tari Berbicara, sejumlah mahasiswa jurusan tari ISI Jogjakarta menggelar sejumlah seremonial. Dikemas selama dua hari yakni Jumat (10/1) dan Sabtu (11/1) sejumlah mahasiswa menggandeng unit kegiatan mahasiswa (UKM) dari beberapa universitas di Jogjakarta untuk berpartisipasi. “Menjalin silaturahmi melalui jalan pementasan seni tari. Selain itu UKM yang kita ajak berasal dari universitas yang tidak ada jurusan tarinya. Ini menjelaskan juga bahwa kesenian tari tidak hanya milik mahasiswa jurusan tari,” kata Deni Eko Wibowo selaku pimpinan produksi pementasan itu (11/1).Dalam pementasan ini setiap UKM diberikan kebebasan mempersepsikan tema Ketika Tari Berbicara. Ide kreatif mengalir dari setiap UKM untuk memaknai tema itu. Tarian yang ditampilkan bebas yakni konsep tradisional hingga kontemporer modern.Pementas Jumat menampilkan UKM Kesenian UGM Jogjakarta. Mereka membawakan tarian Domba Nini Banyumasan. UKM Tari UIN Sunan Kalijaga Jogjakarta menampilkan tari Topeng Kelana Udeng Gaya Indramayu, UKM Tari Universitas PGRI Jogjakarta menampilkan tari Lugay. Sedanglam UKM Tari UPN Veteran Jogjakarta menampilkan tari Nyatuning Rasa.Pementasan ini juga menggandeng seniman tari Mila Rosinta Totoatmojo dengan tarinya Women In Hope. Ada juga Asrama Putra Bali Saraswati yang menampilkan Tari Barong. “Keduanya dipilih karena memiliki pengalaman yang tinggi dalam hal tari tradisional dan kontemporer,” kata Deni.Selain menyajikan pementasan tari, pada Sabtu juga digelar seminar yang menghadirkan praktisi tari yakni Didik Hadiprayitno atau Didik Nini Thowok selaku pemilik sanggar Natya Lakshita. Hadir pula manajemen pementasan yakni Bambang Paningron dari Manajemen Asia-3. “Jogjakarta punya potensi besar dalam hal tari. Ini menjelaskan sebenarnya tari itu tidak ribet. Ketika ada tema dan konsep yang jelas maka eksekusi harus matang. Inilah perlunya kematangan dari berbagai sisi,” kata Deni. (dwi/amd)