Disebut Ujian Sekolah dan Ujian Madrasah
JOGJA – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) menyerahkan pembuatan ujian nasional (unas) SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) diserahkan kepada setiap daerah. Sehingga soal-soal yang dibuat akan berasal dari daerah. Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga DIJ, Baskara Aji menyampaikan untuk soal unas SD/MI pemerintah menyerahkan ke daerah, tetapi untuk tingkat SMP dan SMK sederajat masih ditangani pusat. Meski begitu secara subtansi tetap sama dengan dipegang pusat. Hanya pelaksanaannya tahun ini dipegang daerang masing-masing.
“Dengan adanya perubahan kebijakan akan ada perubahan nama, untuk SD disebut ujian sekolah sedangkan madrasah namanya ujian madrasah (UM),” kata Aji (11/1). Dengan kebijakan baru tersebut, jelas Aji, akan berdampak pada sumber pembiayaan unas. Dengan diserahkan ke masing-masing daerah, tentu beban pelaksanaan unas akan ditanggung daerah masing-masing. “Kami telah menganggarkan Rp 1,5 M untuk melaksanakan ujian tersebut. Mulai dari persiapan hingga tahap percetakan. Dan anggarannya diambilkan APBD provinsi,” kata Aji. Sedangkan untuk pembiayaan pengawas unas, anggarannya diserahkan ke masing-masing dinas kabupaten dan kota.
Untuk materi ujian, Aji menjelaskan akan sama dengan materi-materi sebelumnya. Pada tingkat SD/MI yang diujikan PKN, Matematika, Bahasa Indonesia dan IPA. “Soal unas dibuat sendiri oleh guru-guru daerah yang terpilih. Mereka yang berkompeten dalam membuat soal akan dinilai oleh pengawas dan perguruan tinggi yang diambilkan dari UNY. Disdikpora akan melakukan penyaringan guru-guru pembuat soal. Rencananya, para guru akan diundang Maret 2014. “Kami akan mengundang masing-masing pelajaran lima orang. Mereka akan dilatih untuk menulis soal,” kata Aji. Dia mengatakan para guru terpilih masing-masing mata pelajaran akan menulis soal dalam lima paket. Pihaknya hanya akan memilih tiga di antara lima paket soal yang memenuhi kriteria.
Tiga paket soal yang kami pilih, lanjutnya, satu paket akan digunakan sebagai soal ujian utama. Sementara sisanya untuk soal cadangan dan susulan. “Soal cadangan dan susulan akan digunakan bila ada siswa yang tidak dapat ikut ujian,” katanya.
Pelaksanaan ujian nasional akan digelar sesuai tingkat jenjang pendidikannya. Untuk SD dan Madrasah dilaksanakan 19-21 Mei 2014. (bhn/iwa)