SLEMAN– Pemkab Sleman sangat memerhatikan hubungan sosial antar calon jamaah haji (calhaj). Itu terutama ditujukan kepada calhaj yang akan menunaikan ibadah pada 2014 ini.
Mereka tidak hanya digembleng dengan serangkaian uji fisik melalui manasik haji, tetapi juga dengan kegiatan lainnya. Kemarin (12/1), digelar ta’aruf antar calon haji 2014 se-Sleman. Momentum itu untuk memberi kesempatan para jamaah mengenal satu dan lainnya.
Selain itu juga menjadi ajang bertukar informasi tentang ibadah haji 2014. Ta’aruf diikuti oleh 975 calon jamaah haji dari 17 kecamatan. “Nantinya, mereka, kan tidak hanya bertemu jamaah dari Indonesia. Bahkan dari negara lain. Ini untuk membiasakan saja interaksi dengan orang yang baru dikenal,” ungkap Sekda Sunartono di sela acara yang digelar di Serambi Masjid Agung Sleman.
Sunartono menegaskan, di Tanah Suci, para jamaah akan berkumpul dengan jutaan manusia dari berbagai penjuru dunia dengan beragam kharakter dan budaya. Ta’aruf berguan untuk menjaga silaturahmi, saling menghormati, tolong- menolong, serta menghargai perbedaan yang merupakan alat untuk memperkokoh persatuan umat Islam.
Menurut Sunartono, ibadah haji
memiiki dua manfaat. Bersifat personal dan sosial. Dengan ibadah haji dapat menyucikan jiwa dan menyiapkan diri untuk ikhlas sehingga menjadi dasar bagi perbaikan hidup, mengangkat makna hidup sebagai manusia, meneguhkan cita-cita dan menguatkan iman. Selain itu juga melatih kesabaran, melatih kedisiplinan dan pengorbanan dalam meraih ridho Allah serta perwujudan syukur atas nikmat yang diterima baik nikmat kesehatan maupun nikmat harta.
Niat tulus dan hati yang bersih dalam melaksanakan ibadah haji bukan hanya sekedar kemampuan materi manusia, kesucian hati sangat pentung untuk mendapatkan hikmah dari haji. “Jika seseorang memperoeh hikmah haji, ia mendapat kebaikan yang banyak termasuk haji mabrur,” katanya.
Penyelenggara acara Heri Sutopo mengatakan, calon haji harus menjalani serangkaian kegiatan pengajian pra manasik haji setiap Minggu sebanyak 16 kali.
“Materi bimbingan tentang tata cara melaksanakan ibadah haji baik mengenai syarat, rukun wajib dan sunah serta praktik doa-doa haji yang harus dilaksanakan baik di Mekah, Arafah, Muzdalifah, dan Mina,” paparnya. (yog/din)