JOGJA – Selain wilayah Kota Jogja, wilayah Kabupaten Sleman merupakan incaran para investor perhotelan. Terlebih dengan adanya moratorium pembangunan hotel baru di Kota Jogja hingga 2016 mendatang, wilayah Sleman diperkirakan akan diserbu investor.Hal itu diungkapkan oleh Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) DIJ Istidjab M Danunegoro. Sepengetahuannya, hingga saat ini sudah ada beberapa hotel baru yang akan segera dibangun di Kabupaten Sleman. “Saya dengar ada sekitar 15 hotel baru yang akan dibangun,” terangnya ketika dihubungi kemarin (14/1).Beberapa lokasi yang paling diminati untuk membangun hotel merupakan daerah yang masih dekat atau perbatasan dengan Kota Jogja. Selain itu, juga banyak yang ingin membangun di sekitar objek wisata. Menurut Istidjab, kebanyakan mencari lokasi di daerah ring tiga atau sekitar Jalan Kaliurang atau Jalan Laksda Adisucipto. “Ada juga yang ingin membuka di Kaliurang,” ungkapnya.Diakuinya selama ini Jogja dan Sleman masih menjadi primadona. Banyak investor yang berharap dapat membuka usaha di kedua wilayah tersebut. Sementara untuk tiga kabupaten lain, Bantul, Kulonprogo dan Gunungkidul belum banyak diminati. Untuk itu, pihaknya meminta pemda setempat untuk proaktif menawarkan daerahnya.Menurut General Manager Grand Quality Hotel ini dengan pemberlakuan Perwal nomor 77/2013 tentang Pengendalian Pembangunan Hotel sudah sesuai. Hal itu memberikan kepastian bagi para pelaku bisnis perhotelan. Selain itu, dengan moratorium tersebut para stakeholder pariwisata bisa bersinergi untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke DIJ.Dengan terus tumbuhnya hotel-hotel baru, dikhawatirkan akan terjadi over supply. Apalagi jika jumlah wisatawan yang datang sama, sedangkan jumlah kamar terus bertambah. Pihaknya khawatir nantinya akan terjadi perang tarif. Hal itu, terang dia, sudah terjadi pada awal 2013 lalu. “Kami sudah memberikan edaran untuk penerapan tarif batas, supaya tidak terjadi perang tarif,” ungkapnya. (pra/ila)