• Dinas Pasar Revitalisasi Pasar Lain

SLEMAN– Pasar Prambanan masih menjadi fokus utama Pemkab Sleman dalam program revitalisasi pasar tradisional. Proyek senilai Rp 47 miliar yang dibuat tiga lantai itu diperkirakan selesai pembangunannya pada 2016.Kendati mega proyek tersebut belum rampung, Dinas Pasar berencana merevitalisasi beberapa pasar tradisional lain. Di antaranya, Pasar Sleman, Pasar Tempel, Pasar Pakem, dan Pasar Gamping.Kepala Dinas Pasar Tri Endah Yitnani mengungkapkan, revitalisasi pasar dilakukan berurutan dan bertahap. “Disesuaikan kemampuan keuangan daerah,” katanya.Sasaran revitalisasi tidak hanya pembangunan atau rehabilitasi fisik bangunan, tetapi juga administrasi dan manajemen pengelolaan pasar juga menjadi prioritas untuk dibenahi.Tidak hanya itu, dinas juga berencana meningkatkan kapasitas pedagang psar tradisional. Salah satunya dengan program sekolah pasar. Pedagang akan mendapatkan pembelajaran tentang tata cara berniaga yang baik dan benar. “Agar dalam berjualan tak hanya berpikir mencari untung sebanyak-banyaknya, tetapi juga mengutamakan pelayanan konsumen,” jelasnya.Itu dilakukan supaya calon pembeli tertarik berbelanja di pasar tradisional, bukan ke toko modern. Selain pedagang, pemerintah juga menyasar petugas pasar.Tri Endah menjelaskan, revitalisasi tidak dilihat dari kondisi bangunan fisik saja. Tetapi juga daya tampung pedagang. Seperti di Pasar Sleman. Karena tak tertampung di dalam pasar, sebagian pedagang berjualan di tepi jalan raya. Itu mengakibatkan pasar tumpah, sehingga mengganggu arus lalu lintas.Terlebih saat hari pasaran jumlah pedagang bertambah oleh pedagang klithikan. Penjual barang bekas serta onderdil kendaraan itu sengaja menggelar dagangan di lapak-lapak instan pinggir jalan.Selain revitalisasi pasar, dinas berencana melokalisir pedagang keripik belut di Pasar Godean pada Februari 2014. Bulan ini tahap pengundian lapak. Ini menjadi momen krusial karena penentuan lapak sarat menimbulkan friksi antar pedagang.Pedagang yang biasanya berjualan di kios depan pasar akan menghuni lahan baru berlabel “Pusat Kuliner Belut”. Kawasan itu nantinya tidak hanya menampung penjual keripik belut. Tapi menjadi pusat jajan dengan menu khas aneka masakan belut.Kades Lumbungrejo, Tempel Imam Suhadi mendesak Pemkab Sleman segera merevitalisasi Pasar Tempel. Imam telah menyiapkan tanah kas desa jika memang diperlukan guna perluasan pasar. Menurut dia, kondisi pasar sudah tidak representatif.Dari sisi geografis, Tempel tidak jauh beda dengan Prambanan. Keduanya terletak di daerah perbatasan antarprovinsi. Di Tempel justru ada produk khas, yakni salak. “Prambanan saja bisa, kenapa Tempel tidak. Menurut saya Tempel lebih potensial,” ujar Imam.Hampir setiap musim liburan, Pasar Tempel selalu dipenuhi pengunjung dengan menumpang bus besar. Bahkan bus-bus ini tidak bisa tertampung, sehingga harus parkir di luar pasar.(yog/din)
SEMERAWUT : Beginilah pemandangan Pasar Tempel setiap hari. Pasar ini menjadi salah satu yang akan direvitalisasi tahun ini.