MEMBELUDAK : Wamenkes Ggufron Mukti Ali saat menyapa antrean pasien di RSUD Sleman (6/1). Pemandangan seperti ini terjadi hampir setiap hari.

  • Gedung Baru Rampung Tahun Ini

SLEMAN– Pasien antre sambil berdiri menunggu giliran diperiksa dokter menjadi pemandangan sehari-hari di ruang tunggu poliklinik RSUD Sleman.Tetapi, warga tidak perlu khawatir. Karena sebentar lagi ruangan tersebut akan dipindah ke gedung baru yang ditargetkan rampung pembangunannya tahun ini.Direktur RSUD Sleman Joko Hastaryo menyatakan, ruang pelayanan yang tersedia saat ini memang tidak cukup untuk menampung kuota pasien. Itu lantaran jumlah pasien selalu mengalami kenaikan. Khususnya pasien rawat jalan.Data di RSUD menunjukkan, selama 2013, rata-rata 300 pasien per hari yang berobat. Angka itu melonjak 30 persen sejak awal Januari 2014. Jumlah pasien per hari bisa lebih dari 400 orang. “Itu yang bikin ruang tunggu tampak padat,” ungkap Joko kemarin (14/1).Kondisi itu berbeda dengan fasilitas rawat inap. Dari kapasitas 218 tempat tidur, rata-rata terisi 75-80 persen per hari.Sebagian besar pasien mengalami sakit saluran pencernaan, hipertensi, diabetes melitus, stroke, bronchitis paru, dan tuberculosisPerbaikan fasilitas ruang tunggu menjadi salah satu proritas pengelola rumah sakit. Nantinya, ruang pelayanan terpadu dipindah ke gedung baru. Di antaranya, pendaftaran, Instalasi Gawat Darurat (IGD), Intensive Care Unit (ICU), kamar operasi, poliklinik rawat jalan, dan radiologi.Selanjutnya, gedung lama akan disulap menjadi unit geriatri. Yakni, poliklinik untuk menangani pasien manula berusia 60 tahun ke atas yang memiliki beberapa penyakit (multipatologi) akibat gangguan jasmani dan rohani atau masalah kondisi sosial. “Tapi itu program jangka panjang. Yang utama untuk pelayanan pasien reguler dulu,” kata Joko.Joko menjamin setelah menghuni gedung baru, pasien lebih nyaman saat berada di ruang tunggu. Kapasitas ruang rawat jalan diperluas agar pasien tidak berdesak-desakkan seperti sekarang.Selain itu, manajemen RSUD juga menambah 30 tempat tidur khusus untuk melayani ibu bersalin. Itu dengan pertimbangan jumlah ibu melahirkan cukup banyak sehingga sering tidak tertampung.Saat ini, pembangunan gedung baru selesai tahap awal. Berupa struktur basemen 1 dan R, serta lantai 1. Pembangunan lantai 2 hingga 7 direncanakan tahun ini. Paling tidak, proyek 2014 menyelesaikan struktur arsitektural dan mekanikal elektrikal, agar gedung bisa segera dioperasikan.Kendati begitu, gedung baru tidak lantas bisa langsung beroperasi. Sebab, proyek yang didanai APBD Sleman hanya untuk bangunan fisik. Belum termasuk alat kesehatan.Rencananya, alat kesehatan diusulkan pada tahun anggaran 2015. Diantaranya sarana operasional kamar operasi, ICU, dan radiologi. “Semuanya alat-alat besar dan mahal,”jelas Joko.Mengenai alat kesehatan, Bupati Sleman Sri Purnomo pernah menyampaikan kebutuhan tersebut kepada Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti.Bahkan, Sri terang-terangan minta bantuan kepada Wamenkes agar dibantu dengan dana APBN.Kala itu Ali Ghufron merespon positif. Dokter UGM itu meminta pihak rumah sakit untuk menginventarisasi alat-alat yang dibutuhkan.(yog/din)