PURWOREJO – Keberadaan tempat sampah di depan RSUD Saras Husada Purworejo dikeluhkan warga. Tempat sampah organik dan nonorganik sudah penuh, kendati baru ditempatkan dua pekan terakhir.Ironisnya, tempat sampah tersebut diletakkan di sekitar rumah sakit dan terkesan dibiarkan. Tidak ada satu petugas yang mengangkutnya. Sampah menumpuk dan tidak sedap dipandang mata. Selain itu, juga menimbulkan bau busuk. Sedianya, ada petugas pemungut sampah yang melintasi kawasan tersebut. Namun, terkesan saling lempar tanggung jawab. “Sejak ditempatkan sampahnya, belum pernah diambil. Padahal penuh dan tercecer di jalan. Ini menganggu pemandangan dan kesehatan tentunya,” keluh Amri, 35, penjaga kios koran yang tak jauh dari tempat sampah tersebut, kemarin (14/1).Amri melanjutkan, di depan kawasan RSUD Saras Husada ada empat buah tempat sampah yang ditempatkan. Masing-masing terletak di samping pintu masuk kawasan rumah sakit. Tempat sampah yang sering dilalui petugas kebersihan tersebut memang baru diletakkan dua minggu lalu.Tempat sampah terdiri dua buah. Yaitu, khusus sampah organik dan nonorganik. Karena tidak pernah di angkut, sampahnya meluber sampai ke jalan. Warga terkesan sembarangan saat membuang sampah. Termasuk mencampur antara sampah organik dan nonorganik. “Ini membuat sampah cepat membusuk dan menimbulkan bau tidak sedap. Apalagi kini musim penghujan,” imbuhnya.Menurut Amri, ada yang salah saat tempat sampah diletakkan tanpa penyerahan tanggung jawab pada para petugas pemungut sampah. Sehingga, mereka saling melempar tanggung jawab. “Mereka mungkin mengira, tempat sampah itu bukan tanggung jawabnya. Pernah saya ketemu petugas pemungut sampah dan meminta mengangkut sampah tersebut. Mereka bilang bukan bagian mereka. Jadi, tak mau mengambil,” ujarnya.Warga lain Mustofa, 35 mengatakan, permasalahan ini harusnya ditangani dinas terkait. Terlebih, keberadaan sampah tersebut, sangat menganggu.”Lokasi tersebut masuk kawasan rumah sakit. Masak sampahnya tak pernah diambil. Kalau seperti ini, bagaimana warga bisa sehat,” katanya.(tom/hes)