SIGAP : Puluhan pohon di Ngatak, Timbulharjo, Sewon ambruk akibat terjangan angin putting beliung Minggu (12/1) lalu.
Ingatkan Angin Kencang dan Gelombang Tinggi
BANTUL – Para nelayan di pesisir selatan Bantul diminta meningkatkan kewaspadaan saat melaut. Alasannya, gelombang laut selatan diperkirakan mencapai 2,5 meter hingga 3 meter.Menurut Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul Dwi Daryanto, kondisi ini bisa membahayakan keselamatan para nelayan. “Tidak bersahabat untuk para nelayan,” kata Dwi kemarin (15/1).Dwi menerangkan, BPBD telah menyampaikan informasi kondisi gelombang laut selatan tersebut melalui tim Search and Rescue (SAR). Normalnya, gelombang di laut selatan Bantul kurang dari dua meter. Meski begitu, BPBD tidak dapat mengeluarkan larangan kepada para nelayan untuk melaut.”Keputusan ada pada nelayan sendiri,” ujarnya. Biasanya, para nelayan memiliki ilmu ‘titen’. Mereka memiliki insting kapan tidak melaut karena adanya gelombang tinggi.Gelombang tinggi selama beberapa hari terakhir merupakan dampak badai Siklon Tropis yang terjadi di Australia. Menurut Dwi, fenomena alam tersebut akan berlangsung hingga Februari. “Saat ini masih puncaknya. Berdasarkan informasi dari BMKG akan berakhir bersamaan dengan berakhirnya musim hujan,” urainya.Selain itu, Dwi mengimbau masyarakat agar mewaspadai hujan deras yang disertai angin kencang. Perkiraannya, hal tersebut berpotensi terjadi lagi hingga beberapa pekan ke depan.”Antisipasi agar tidak terjadi kerusakan parah atau korban jiwa ya dengan memangkas pohon-pohon yang sudah keropos,” ungkapnya.Karena itu, Dwi meminta agar masyarakat juga meningkatkan kesadarannya dengan memangkas batang-batang pohon yang berpotensi membahayakan jika terjadi angin kencang. “Kemarin puluhan pohon tumbang, dan kerusakan yang timbul juga tidak sedikit. Ada 51 titik kerusakan,” pungkasnya.(zam)