Mengenalkan Objek Wisata Taman Gogor Park Gunungkidul
Tingginya arus urbanisasi menggugah semangat kalangan pariwisata Kecamatan Patuk untuk bangkit. Mereka tidak ingin merenungi nasib karena sulitnya mencari lapangan pekerjaan. Karena ini, para pegiat wisata gencar menggarap potensi alam untuk dijadikan lahan mencari uang.
GUNAWAN, Patuk
HUJAN yang terus mengguyur tak membuat warga Pedukuhan Ngasemayu RT 09/03, Salam, Patuk patah semangat. Sejak 23 November 2013 mereka sibuk menata kampung halaman agar semakin cantik. Kekompakan kian terasa manakala terbentuk Paguyuban Gembili. Organisasi yang dibentuk untuk mengenalkan kawasan wisata Gogor Park ini dikelola sebanyak lima orang, di antaranya Subarno.Di tengah kesibukan kerjanya, mereka menyempatkan waktu berbagi dengan orang lain, terutama warga sekitar. Eloknya potensi alam yang dimiliki digadang-gadang mampu mengangkat derajat ekonomi penduduk setempat.”Kami ingin memangkas tingginya angka urbanisasi. Apa pun caranya, kami tempuh secara gotong royong,” kata Subarno kepada Radar Jogja (15/1).Setelah bergerilya mencari dana secara swadaya, akhirnya terkumpul dana Rp 10 juta. Uang tersebut kemudian dibelanjakan untuk keperluan fasilitas wisata Gogor Park. Nama tempat wisatanya memang mirip-mirip film taman Jurassic Park. Di dalamnya terdapat hewan raksasa seperti dinosaurus yang disutradarai Steven Spielberg.Namun taman Gogor Park ini beda. Nama tersebut muncul karena menurut cerita di lokasi tersebut didiami sekelompok anak harimau (gogor). Keberadaan harimau kecil itu sampai sekarang masih dipercayai penduduk setempat. Faktanya, struktur geografis perkampungan tersebut adalah hutan belantara. Terdapat air terjun setinggi sekitar 15 meter, sejumlah song (gua) petilasan persembunyian pejuang kemerdekaan. Di tempat tersebut juga ada aneka buah langka, warga setempat menyebutnya buah Togu. Togu berasal dari nama penemunya yakni, Ito dan Guntur.”Mirip buah kelengkeng tetapi teksturnya memanjang. Hanya ada di Gogor Park,” kata ayah dua anak ini.Kondisi alam sekitar masih belum terjamah. Ditumbuhi pepohonan yang menjulang di atas tebing dan bisa melihat panorama Gunungkidul secara luas. Juga tersedia wahana rumah pohon. Kekayaan alam itu yang kini tengah dibidik pengelola Paguyuban Gembili untuk diolah demi meningkatkan perekonomian.”Nanti, uang yang terkumpul kami gunakan untuk kepentingan fasilitas wisata. Kami ingin wisatawan nyaman dan aman,” terangnya.Karena wisata masih baru, siapa masuk obyek wisata tidak dikenai biaya mahal, cukup merogoh kocek ongkos bagi penjaga kendaraan alias tukang parkir. Selanjutnya, pemandu siap mengantar wisatawan termasuk menyediakan menu kuliner khas Gogor Park.”Sebagai pelengkap kenyamanan bagi pengunjung, kami ada agenda rutin kontes durian. Dalam waktu dekat, pada bulan Februari akan digelar kontes durian se Kecamatan Patuk,” terangnya. (*/iwa)