EKSPEDISI NKRI: Wadanjen Kopassus Brigjen TNI M. Herindra (kiri) dan Rektor UGM Prof Pratikno menandatangani naskah kerja sama di UGM, kemarin.
SLEMAN – Komando Pasukan Khusus (Kopassus) akan menggelar Ekspedisi NKRI 2014 pada Februari hingga Juni 2014. Guna memuluskan ekspedisi tersebut, Kopassus menggandeng UGM untuk melakukan kerjasama.Wakil Komandan Jenderal (Wadanjen) Kopassus Brigadir Jenderal TNI M. Herindra menjelaskan kerjasama yang dilakukan dalam bentuk sinergi di bidang pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Sehingga hasil dari Ekspedisi NKRI 2014 untuk Koridor Maluku dan Maluku Utara akan menghasilkan penelitian serta buku-buku ilmiah. “Ekspedisi ini diharapkan bisa menghasilkan sesuatu, terutama untuk penelitian dan menghasilkan buku ilmiah terbaru bagi mahasiswa,” kata Herindra dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara UGM dengan Kopassus, di Ruang Sidang Pimpinan UGM (15/1)Herindra memaparkan, Ekspedisi NKRI 2014 nantinya menempati delapan titik di Pulau Maluku dan Maluku Utara. Peserta yang dilibatkan sebanyak 1.300 orang terdiri dari berbagai komponen seperti mahasiswa, Menwa (Resimen Mahasiswa), pecinta alam, pramuka, dan lain-lain.Sebelumnya, menurut Herindra Ekspedisi NKRI telah dilakukan sebanyak tiga kali, yakni di Koridor Bukit Barisan, Kalimantan dan Sulawesi. Pada ekspedisi sebelumnya keterlibatan mahasiswa belum maksimal sehingga pada ekspedisi kali ini akan lebih ditingkatkan.Dilibatkannya UGM dalam ekpedisi tersebut, terang Herindra, bahwa lulusan UGM saat ini telah banyak mengisi posisi-posisi penting dan strategis di pemerintahan. Menurutnya mahasiswa dan dosen sangat potensial dilibatkan dalam ekspedisi tersebut. “UGM ini kampus besar, melihat peluang itu maka kami ingin menggandeng UGM pada Ekspedisi NKRI 2014,” terangnya.Sementara itu Rektor UGM Prof Pratikno menilai banyak manfaat serta kontribusi penting dari kerja sama tersebut khususnya terkait eksplorasi sumber daya alam serta penguatan rasa cinta negeri. Menurutnya program Ekspedisi NKRI 2014 ini sejalan dengan status UGM sebagai universitas perjuangan maupun universitas nasional.”Ini sejalan dengan status UGM sebagai universitas perjuangan maupun universitas nasional,” tegas Pratikno.Apalagi, tambah Pratikno, mahasiswa UGM juga berasal dari berbagai daerah di Indonesia. “Setelah digelar ekspedisi ini akan dihasilkan riset-riset terbaru maupun buku (jurnal) ilmiah yang penting dan bermanfaat,” jelasnya. (bhn/iwa)