JOGJA – Satu per satu kasus dugaan korupsi di Jogjakarta yang ditangani Kejaksaan Tinggi (Kejati) tuntas. Setelah melimpahkan berkas penyimpangan Biaya Operasional Kendaraan (BOK) PT Jogja Tugu Trans (PTT) ke pengadilan. Hari ini tim penyidik melimpahkan barang bukti berikut tersangka Yayat Rustandi, mantan Kepala Daops VI kepada bagian penuntutan Kejati DIJ.
Penyerahan tahap dua ini dilakukan setelah jaksa penuntut menyatakan berkas yang berasal dari tim penyidik sudah lengkap. “Besok (hari ini) penyerahan tahap dua perkara KAI,” kata Asisten Pidana Khusus Kejati Pindo Kartikani SH kemarin (15/1).
Menurut Pindo dalam perkara ini tim penyidik menemukan kerugian negara sebesar Rp 98 juta. Kerugian itu ditemukan pada anggaran proyek renovasi pembangunan Stasiun Lempuyangan 2009 lalu senilai Rp 1,9 miliar. Namun tersangka sudah mengembalikan uang tersebut.
“Meski sudah mengembalikan, bukan berarti perkaranya selesai,” tegas Pindo.
Sebelumnya, kasus dugaan korupsi PT KAI Daops VI terjadi pada proyek renovasi Stasiun Lempuyangan 2009 lalu. Diduga, pengerjaan proyek tidak sesuai perencanaan. Dari penyidikan, ditemukan ada mark up.
“Bahan bangunan tidak sesuai spesifikasi awal dan waktu pengerjaan yang mundur dari kesepakatan awal,” kata Kasi Penyidikan Bidang Tindak Pidana Khusus Kejati DIJ M Anshar Wahyudi beberapa waktu lalu.
Saat itu, bagian stasiun yang direnovasi ialah bangunan depan stasiun, ruang tunggu calon penumpang, dan tempat parkir kendaraan pengunjung. “Proyek dikerjakan Januari hingga April. Tapi, ternyata baru selesai pada Mei,” terang mantan Kasi Intel Kejari Sleman ini. (mar/ila)