PURWOREJO – Jalan A Yani Purworejo sudah steril. Kesibukan para pedagang yang memadati ruas jalan protokol telah hilang.Mereka yang sempat bertahan pascakebakaran Pasar Baledono enam bulan lalu, sekarang sudah pindah semua. Mereka telah menempati titik relokasi pasar darurat yang disediakan pemkab, terhitung sejak Rabu (15/1) sesuai imbauan Pemkab Purworejo.Pantauan Radar Jogja, Jalan A Yani tak lagi ruwet. Sekarang sudah lega dan lancar bagi pengguna jalan dan kendaraan umum. Semua lapak pedagang telah dibongkar habis. Praktis, Jalan A Yani lengang dan lancar kembali. Bahkan lebih lengang dibanding sebelum ditempati pedagang, lantaran pusat transaksi jual beli (Pasar Baledono, Red) lepas dari aktivitas teronggok menjadi puing bangungan yang kosong.Pandangan berbeda terjadi di titik relokasi. Salah satunya di Jalan Pahlawan Purworejo. Keriuhan campur aduk. Ada sejumlah pedagang yang berjualan. ementara sepeda motor, becak, dan mobil bak terbuka masih mengangkut papan kayu dan seng guna melengkapi lokasi jualan yang baru bagi pedagang.Wakil Ketua PAPPAS Baledono Supriyono mengatakan, seluruh pedagang yang menempati Jalan A. Yani telah pindah ke lokasi yang ditentukan. “Hari Selasa (14/1) malam sampai jam 23.00, Jalan A Yani dibersihkan oleh para pedagang. Semua sudah bersih dan sebagai pembuktian janji kami pada pemkab,” ujarnya.Dikatakan Supriyono, sesuai komitmen Pappas, seluruh pembersihkan dilakukan tanpa pihak manapun yang membantu. “Kami menempati pasar darurat ini sampai proses renovasi Pasar Baledono selesai dilakukan,” imbuhnya.Gatot, Juru Bicara Pappas Baledono menambahkan, di lokasi pasar darurat diakui masih ada beberapa fasilitas umum pendukung keberadaan pasar yang harus dipikirkan. Di antaranya, tempat sampah dan MCK di Jalan Kemuning dan Pahlawan. “Sementara di Suronegaran, kami minta ada peningkatan tenaga keamanan. Juga di Kongsi masih diwarnai banjir dan becek. Jadi, perlu diperhatikan pemkab,” katanya.(tom/hes)