Aisyah Ayu Nerindra saat ditemui koran ini, mengungkapkan ide-ide briliannya mengembangkan pariwisata di Kota Magelang. Tidak seperti sekarang ini, hanya masih bertumpu pada objek wisata yang sudah ada, Icha-sapaan akrab Aisyah Ayu Nerindra berkeinginan agar Kota Magelang memiliki desa atau kelurahan wisata.Sejauh ini, Icha melihat, Kota Magelang belum memikirkan upaya membentuk desa atau kelurahan wisata. Padahal, itu bukan tidak mungkin. Apalagi potensi masyarakat, budaya, dan sosial di Kota Magelang ada yang unik, genuine, serta berbeda dengan tempat lain.”Itulah yang bisa dikembangkan. Magelang, meski kecil, bukan berarti tidak bisa, ada keunikan, kekhasan yang masih hidup hingga kini,” tegas Icha, baru-baru ini.Gadis manis kelahiran Magelang ini menegaskan, kecilnya Kota Magelang bukanlah sesuatu kelemahan. Namun, semua ide-denya bukan tak mungkin terealisasi, mengingat potensi yang ada cukup menjanjikan.Perempuan yang lahir pada 23 April 1996 itu memang tidak berlebihan memiliki hasrat demikian. Pengalamannya sebagai Duta Wisata Kota Magelang 2013, dengan tugas membangun pariwisata di Kota Magelang telah mendidiknya menjadi orang yang konsern pada pariwisata. Terutama untuk kota yang tengah mem-branding dirinya sebagai Kota Sejuta Bunga.”Saya tertarik membuat dan mengembangkan Desa Wisata. Menurut saya, iklim di Kota Magelang cocok. Begitu juga alamnya yang enak membuat keberadaan desa wisata bakal cepat teralisasi dan diminati calon wisatawan,” tegasnya.Ditambahkan siswi Kelas 3 IPA SMAN 1 Magelang tersebut, yang dimaksud desa wisata bukan semata tanpa aktivitas. Ia berkeinginan menghias desa tersebut dengan kesenian daerah. Seperti Topeng Ireng, Jathilan, dan lainnya. Termasuk aneka kerajinan yang dihasilkan masyarakat setempat.”Secara tidak langsung bisa mengangkat perekonomian masyarakat yang berujung pada kesejahteraan. Wisatawan suka datang ke desa itu dan masyarakat bisa ramah menerimanya sambil menawarkan produknya,” kata putrid pertama pasangan Indra dan Astuti tersebut.Diakui Icha, untuk mewujudkannya tersebut, bukanlah perkara mudah. Perempuan penghobi main basket ini menyadari, proses membuat dan mengembangkan desa wisata tidak mudah. Tetapi, ia berkeyakinan, bukan berarti tidak ada peluang yang bisa dijadikan menjadi sebuah kesuksesan.”Kalau lokasi saya pikir tidak terlalu sulit. Karena sudah punya semacam sentra-sentra industri kecil dan menengah (IKM). Seperti di Ringinanom dan Kramat yang menjadi pusat kerajinan batik. Keduanya saya pikir bisa dikembangkan menjadi desa wisata sungguhan,” imbuh Icha sembari tersenyum manis.Terkait langkah promosi, Icha yang juga runner up dua Duta Wisata Provinsi Jawa Tengah ini berpendapat, yang paling mungkin dilakukan adalah melalui media online. Di antaranya melalui sosial seperti facebook, twitter, instagram, path, dan lainnya. Menurutnya, semua itu dinilai sudah cukup efektif dalam mempromosikan desa wisata.”Semua media pada dasarnya bisa digunakan untuk promosi. Tinggal kita yang harus aktif dan tidak bosan mempromosikannya. Apalagi, ini untuk kemajuan kota yang pada 2015 menggelorakan semangat Ayo ke Magelang,” imbuh gitaris grup band United of Flame ini.Intinya, tegas Icha, Kota Magelang masih memiliki banyak potensi pariwisata untuk dikembangkan ke depannya. Ia bersemangat mempromosikan potensi itu, sehingga menjadi destinasi unggulan.(*/hes)