JOGJA – Pasar Malam Perayaan Sekaten (PMPS) kembali tercoreng ulah orang-orang tak bertanggung jawab. Kepolisian Sektor (Polsek) Gondomanan berhasil mengungkap perjudian di sekitar arena Sekaten. Penangkapan tersebut dilakukan Selasa dini hari (14/1) lalu sekitar pukul 01.40 di eks Kandang Macan, timur Alun-Alun Utara.
Di kompleks keraton yang saat ini menjadi tempat untuk WC umum tersebut, polisi mencokok empat pelaku. Mereka adalah Wiwin Winarko, 38, Mugiman, 57, Hartanto, 28, dan Ashari, 46. Keempat pelaku ini langsung digelandang ke Mapolsek beserta dengan barang bukti berupa kartu remi, uang perjudian sebesar Rp 335 ribu.
Kapolsek Gondomanan Kompol Heru Muslimin menjelaskan pihaknya memang sudah mengendus aksi perjudian tersebut sejak lama. Hanya saja, saat itu kepolisian kesulitan untuk mendapatkan barang bukti uang.
“Mereka sejak sore sudah bermain kartu remi. Informasi warga, saat sudah malam baru dengan uang,” terang mantan Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Sleman ini.
Ia menambahkan perjudian di sekitar arena Sekaten ini memang menjadi tamparan. Sebab, sesuai dengan namanya Sekaten yang berasal dari kata syahadatain adalah adat religi syiar agama Islam. “Di sana itu peringatan Maulud Nabi, ini malah ada pedagang di Sekaten yang malam harinya bermain judi,” sesalnya.
Keempat pelaku ini sebenarnya mengais rezeki dari penyelenggaraan Sekaten. Hartanto merupakan penjaga stan pakaian di arena Sekaten. Tiga rekannya sebagai tukang becak yang juga mencari penumpang dari pengunjung Sekaten.
“Ini sudah dua kali. Sebelumnya di sana ada penjualan minuman keras (miras) oplosan,” tandasnya.
Tahun lalu, tepatnya hari Selasa (17/12) silam polisi juga berhasil menangkap Prabowo warga Bumijo, Jetis, Jogja yang mengedarkan miras oplosan di Sekaten. Prabowo menjual minuman itu dengan menggunakan botol minuman ringan bermerek dan ditutup dengan segel.
Penjualan dilakukannya dengan cara berkeliling di sekitar pasar malam dengan membawa tas ransel dan mengendarai sepeda motor. Secara sekilas, hasil oplosannya begitu mirip dengan minuman bermerek. Tapi, saat dicermati minuman berwarna cokelat tua itu mengeluarkan aroma khas alkohol yang menyengat.
“Mereka kami kenakan pasal 303 tentang perjudian dengan ancaman kurungan 10 tahun penjara dan denda Rp 4 juta,” jelas Heru.
Salah seorang tersangka Hartanto mengaku melakukan judi sebagai hiburan setelah sehari menjaga stan. “Awalnya tidak menggunakan uang. Karena memang untuk hiburan,” katanya disela-sela penyidikan petugas. (eri/ila)