MOLOR: Anggota DPRD Gunungkidul berbincang-bincang dengan koleganya sebelum rapat dimulai (15/1).
WONOSARI – Ketua DPRD Gunungkidul Budi Utama menargetkan tahun ini bisa menyelesaikan sembilan raperda inisiatif. Langkah pertama, pada triwulan pertama mengusulkan tiga raperda sekaligus yakni, Penyertaan Modal BUMD, BUMD Peternakan dan Pertanian serta BUMD Pengadaan Barang dan Jasa.”Sedang kami susun. Awal Maret 2014 sudah selesai dan diharapkan sudah menjadi draf,” kata Budi Utama usai memimpin rapat paripurna kemarin (15/1).Dia menjelaskan, setelah tiga usulan raperda inisiatif menjadi draf, selanjutnya disampaikan ke seluruh anggota dewan melalui sidang paripurna. Diharapkan masing-masing fraksi bisa memberikan tanggapan.”Kami optimistis tiga usulan raperda inistaitif dapat diselesaikan sesuai target. Setelah selesai tiga raperda inisiatif itu, akan dilanjutkan dengan pembahasan raperda inisiatif yang lain,” terangnya.Sementara itu, inisiator raperda BUMD Pariwisata, Slamet mengatakan, usulan raperda BUMD Pariwisata dilontarkan karena potensi dunia pariwisata di wilayahnya masih terbuka lebar. Pemerintah daerah bisa mengambil bagian dari berkembangnya dunia pariwisata dengan membentuk BUMD.”Kami bisa membentuk BUMD untuk membangun hotel, restoran atau kawasan objek wisata lainnya,” katanya.Nantinya, produk BUMD Pariwisata ditawarkan dalam bentuk sebuah perseroan terbatas (PT). Investor menanamkan modal, pemerintah daerah sharing pendapatan. Namun perbandingan modalnya harus tetap lebih besar milik pemerintah kabupaten. “Jika pengelolaan BUMD Pariwisata dikelola profesional, akan memberikan keuntungan bagi daerah dan tidak akan merugi seperti PDAM Tirta Handayani,” kata Slamet.Sebelumnya, agenda rapat paripurna pada awal tahun ini waktu pelaksanaan sempat molor dari jadwal. Gara-garanya, tamu undangan terlambat datang. Sejumlah pejabat terlihat modar-mandir sembari menunggu koleganya datang. (gun/iwa)