GELARAN Honda DBL 2014 memberi nuansa baru bagi para jurnalis sekolah. Karena mereka bisa mengikuti E-Journalist Competition bermodal tulisan dan jepretan kameranya sepanjang kompetisi berlangsung di GOR UNY sejak 24 Januari hingga 8 Februari mendatang.Event Senior Manager PT. DBL Indonesia, Donny Rahardian mengungkapkan, tahun ini penyelenggaraan lebih mudah, karena memanfaatkan media social.”Pastinya tiap peserta, baik penulis dan fotografer wajib punya akun twitter dan facebook. Peserta harus mem-follow akun twitter resmi @dblindonesia, @DBL_Jogja dan juga me-like facebook fans page Development Basketball League,” kata Donny.Regulasi tersebut memudahkan peserta mengunggah momen-momen seru selama pertandingan. Selain mencari pemenang utama di akhir penyelenggaraan, E-Journalist Competition juga berpeluang menjadi pemenang harian.Diungkapkan, penulis bisa mengunggah hasil liputan tiap hari di website E-Journalist Competition, journalist@dblindonesia.com. Naskah yang menarik menurut penilaian juri akan dimuat di Radar Jogja dan mendapatkan gelar Blog of the Day.Sementara redaktur senior Jawa Pos Radar Jogja, Iwa Ikhwanudin dalam technical meeting memberikan bekal kepada peserta tentang pemilih tema dan angle menarik. Format tulisan dan teknik fotografi yang pas untuk mengabadikan setiap momen dalam Honda DBL 2014 D.I Jogjakarta Series. “Harus sensitif melihat fenomena dan tentunya disiplin dalam menentukan tema. Tulisan dikemas secara menarik dengan mendalam, foto pun disajikan sesuai teknik-tekniknya dalam mengabadikan momen yang menarik,” kata Iwa.Semangat tinggi untuk segera meliput pun ditunjukan oleh jurnalis dari SMAN 3 Jogja, Danesti Aulia Hastin. Konsep menulis berita dengan jenis feature pun dipilih oleh siswi kelas X SMAN 3 Jogja ini. Dia sudah memiliki gambaran tentang naskah berita yang akan disusunnya nanti.”Mengemas dengan lebih humanis, dimana menonjolkan perjuangan mulai dari pemain hingga penonton untuk mengikuti Honda DBL Jogja Series. Penyelenggaraan tahun inipun lebih seru karena mengandalkan media social dunia maya,” kata Hastin.Sementara Fotografer dari SMA Muhamadiyah 1 Jogjakarta, Bagus Wahyu termotivasi untuk mengikuti ajang ini. Pecinta fotografi ini tak sabar meliput di GOR UNY besok dan menyaksikan momen-momen seru dalam setiap pertandingannya.”Bisa lebih dekat dengan tim-tim yang bertanding, bisa jadi ajang tambah ilmu tentang fotografi juga. Tentunya menjadi ajang tambah pertemanan dan bertukar ide-ide baru, pastinya sudah enggak sabar,’ kata Bayu. (dwi)