BUDAYA merupakan warisan penting yang wajib dilestarikan oleh para generasi penerus. Hal inilah yang dilakukan oleh sejumlah pemuda yang tergabung dalam Sanggraheng Lokika. Paguyuban yang berdiri 17 Agustus 2012 ini memiliki misi melestarikan budaya sebagai jati diri bangsa.Sanggraheng Lokika sendiri sangat menjunjung tinggi nilai toleransi dalam berinteraksi. Paguyuban ini memiliki nilai multikultural yang kuat, dimana anggotanya terdiri dari berbagai elemen. Penggawa-penggawanya berasal dari lintas pendidikan, lintas profesi, dan lintas suku. “Kemerosotan krisis identitas bangsa menjadi sorotan utama kami. Dimana saat ini generasi penerus sudah kehilangan bentuk empati dan kepedulian atas kebudayaan yang dimiliki,” kata Koordinator Pengurus Harian Adhy Prihantoro.Adhy mengungkapkan kemerosotan ini akibat terpaan arus modernisasi yang tidak bisa difilter. Padahal budaya lokal merupakan filter yang sangat bagus untuk menghadapi modernisasi. Bagi Sanggraheng Lokika sendiri, modernitas merupakan hal yang sah asal tetap memegang teguh jati diri bangsa Indonesia.Wujud kecintaan terhadap budaya asli Indonesia ini diusung dalam berbagai hal. Salah satunya dengan aktif menggandeng paguyuban lain yang fokus dalam pengembangan kesenian dan kebudayaan. Kolaborasi ini, menurut Adhy, sangatlah penting untuk menggandeng semua elemen untuk turut aktif. “Jadi berjuang bersama karena ini sudah mejadi tugas kita semua. Apalagi ini demi kepentingan bangsa Indonesia bukan kepentingan individu maupun kepentingan golongan,” kata Adhy.Kegiatan nyata yang dilakukan paguyuban ini adalah rutin mengadakan sebuah pementasan seni dan budaya. Bertajuk Harmoni Nusantara, acara yang digelar rutin setiap tahunnya ini mampu mengumpulkan pemuda-pemudi dari seluruh nusantara.Harmoni Nusantara dikemas secara menarik, dimana tiap paguyuban menampilkan potensi daerah. Potensi ini bisa dalam wujud seni musik, tari, cerita daerah, atau pementasan dalam konsep lainnya. “Acara ini mampu menjadi wadah bersilaturahmi para pemuda lintas daerah di Indonesia,” ungkapnya.Meski begitu, Adhy mengungkapkan acara ini adalah wujud kecil dari kebesaran kesatuan bangsa Indonesia yang bisa dilakukan. Dengan mengangkat seni dan budaya daerah, maka potensi akan semakin dikenal. Selain itu juga melahirkan kebanggan karena Indonesia seni dan budaya. “Sebuah langkah kecil menuju mimpi yang lebih besar, tentunya visi dan misi ini akan semakin sempurna dengan menggandeng para generasi penerus,” kata Adhy. (dwi/ila)