MAGELANG – Masyarakat Kota Magelang tidak hanya mengeluh soal air yang tak lancar. Sampai saat ini, masih saja pemasangan instalasi pipa yang menganggu. Salah satunya terjadi di kawasan Alun-alun.Luis, warga Cacaban, Magelang Tengah mengatakan, proyek galian pipa yang dikerjakan sejak Senin (13/1) lalu, hingga kini masih menyisakan timbunan tanah dan batuan yang terkesan asal-asalan. Parahnya, itu di tepi Jalan Alun-alun Barat. Di situ, ada saluran drainase yang baru saja dibuat pada 2013.”Di Alun-alun, dekat water torn, banyak galian tanah yang perbaikannya tidak maksimal. Kurang padat. Kalau di tepian jalan, saluran drainasenya jadi mengecil,” ungkap Luis, kemarin.(15/1)Ia khawatir dengan pengurangan volume saluran drainase, karena diisi pipa PDAM. Ujung-ujungnya berdampak pada genangan air yang lebih besar.”Apalagi sekarang kan musim hujan. Kalau salurannya sempit, air bisa meluber. Tentu ini membahayakan,” kritiknya.Hal senada diutarakan Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Magelang, Khabib Baiturohman. Menurut Khabib, warga perlu mengkritisi kebijakan badan usaha milik daerah (BUMD) tersebut. Meski tujuan dari pembangunan tersebut untuk meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi warga.”Tapi ingat, bukan berarti mengorbankan segalanya. Apalagi, di beberapa jalan protokol yang baru saja diaspal, banyak pemandangan bekas galian PDAM yang perbaikannya tak sempurna,” jelasnya.Khabib berharap, PDAM tidak dibutakan dengan semangat memaksimalkan layanan pada pelanggaran. Namun harus peka pada lingkungan, bila hendak melakukan perbaikan atau penambahan instalasi.”Bahkan saya dengar, DPU sempat mengeluhkan kontruksi perbaikan PDAM di jalan raya yang tak sempurna, sehingga membuat gelombang baru. Yang lebih konyol lagi, muncul alibi pipa menempati lebih dulu di kawasan tersebut, ketimbang jalannya,” imbuhnya.Tentunya, lanjut Khabib, persoalan tersebut bukan soal siapa yang ada di situ lebih dulu. Namun, PDAM harus lebih intensif melakukan pengawasan. Terutama saat melakukan pemasangan atau perbaikan bocoran pipa, agar hasilnya kontruksi sama seperti sebelumnya.”Koordinasikan dengan pemkot. Agat tidak berebut siapa yang lebih dulu ada di situ (jalan raya, Red),” usulnya.Ia menuding, PDAM tak memiliki dana guna meningkatkan kualitas aspal. Sehingga muncul alibi yang tidak bisa diterima tersebut. Padahal, setiap tahun, tarif air minum para pelanggan PDAM selalu dinaikkan.”Selain pelayanan, harusnya perbaikan diutamakan. Jangan asal-asalan saja. Kalau sudah gali, yang penting tambal. Itu yang rugi masyarakat,” katanya.Direktur PDAM Kota Magelang yang baru, Heri Wibowo mengaku tengah melakukan perbaikan jaringan untuk memperkuat debit air di kawasan Kelurahan Jurangombo Utara dan Jurangombo Selatan.”Kami sedang perbaiki jaringan. Jadwalnya lima hari sejak Senin (13/1) lalu. Insya Allah, hari Jumat (17/1), sudah diperbaiki lagi bekas galian. Saat ini belum bisa, karena masih untuk mengecek debit dan tekanan air,” katanya.(dem/hes)