BANTUL – Pelantikan 20 kepala desa (kades) hasil pemilihan serentak pada 15 Desember 2013 lalu akan diselenggarakan secara terpisah di masing-masing desa. Namun, agenda ini dinilai pemborosan anggaran. Selain itu, pelantikan terpisah ini juga berdampak pada efisiensi waktu.Kepala Bagian Pemerintah Desa (Pemdes) Setda Sigit Widodo menuturkan, dalam waktu dekat ini agenda pelantikan lima kades akan diselenggarakan selama tiga hari berturut-turut. Yakni, mulai tanggal 21 hingga 23 Januari mendatang. “Konsekuensinya bupati atau wakil bupati harus mendatangi satu persatu untuk melantik,” terang Sigit di ruang kerjanya kemarin (16/1).Bagian Pemdes telah melakukan koordinasi dengan bupati. Hanya saja, hingga kemarin belum dapat dipastikan apakah pucuk pimpinan Bantul tersebut akan menghadiri keseluruhan acara pelantikan tersebut atau mewakilkannya kepada wakil bupati. “Acara pelantikan dilaksanakan pihak desa, termasuk anggarannya juga. Ini bukan agenda Bagian Pemdes. Kami hanya menindaklanjuti,” ungkapnya.Meski begitu, Sigit telah mengimbau seluruh desa yang menggelar pelantikan agar tidak melakukan pemborosan anggaran. Terlebih, membebankan biaya agenda pelantikan kepada kades terpilih.”Tidak perlu mewah-mewah. Yang penting berjalan dengan lancar dan khidmat,” pintanya.Anggota Fraksi Partai Golkar Arni Tyas Palupi meminta, agar Bagian Pemdes mengkaji ulang pelantikan 20 kades yang kali ini diselenggarakan secara terpisah dan tidak serentak.Politikus Partai Golkar ini mengakui persoalan surat keputusan pengangkatan masing-masing kades menjadi salah satu penyebabnya. Meski begitu, hal tersebut bukan berarti tidak ada solusi yang dapat ditempuh.”Kalau serentak tidak masalah mengapa harus bergiliran satu per satu. Kan bisa lebih hemat waktu dan biaya,” ucapnya.Rencananya, Selasa (21/1) bupati akan melantik kades Sendangsari, Pajangan, dan Argodadi, Sedayu. Kemudian, Rabu (22/1) bupati melantik kades Pendowoharjo, Sewon, dan Pleret. Keesokannya, Kamis (23/1) bupati melantik kades Donotirto, Kretek.(zam/din)