MUNGKID – Lokasi prostitusi di Kecamatan Muntilan dipastikan hilang dalam beberapa hari ke depan. Ini menyusul lokasi yang sering digunakan mangkal para pekerja seks komersial (PSK), tepatnya di Dusun Kendalgrowong, Pucungrejo, Muntilan mulai dibongkar. Pembongkaran bilik-bilik yang dipakai para PSK tersebut dilakukan pemiliknya.Saat membongkar, para pemilik bilik dibantu beberapa orang. Pilihan membongkar sendiri, usai mendapat arahan dari kepolisian setempat. Pembongkaran lokasi prostisusi tersebut dipantau langsung Kapolsek Muntilan AKP Gede Mahardika.Salah satu pemilik lokasi prostisusi, Sutrisno mengaku, ia dan koleganya tak keberatan membongkar sendiri. Mereka mengaku malu, jika dibongkar polisi maupun organisasi masyarakat (ormas). “Kami akan mulai mencari duit halal,” imbuh Sutrisno, beberapa waktu lalu.Kapolsek Muntilan Gede Mahardika sengaja mengawasi langsung proses pembongkaran lokasi maksiat tersebut. Gede menjelaskan, pembongkaran atas kesepakatan bersama.”Mereka secara sukarela dan ikhas membongkar bilik prostitusi tersebut. Kami hargai keinginan mereka namun kami juga memantau terus,” kata Gede.Dijelaskan, upaya pembongkaran lokasi prostitusi ini bermula saat operasi gabungan antara Polres Magelang dan Polsek Muntilan pada 12 Desember 2013. Dalam operasi tersebut, polisi berhasil menangkap tujuh PSK. Setelah dilakukan tindakan hukum, salah satu pemilik bilik yang disewakan, Juminah terkena hukuman tindak pidana ringan satu bulan penjara dengan masa percobaan tiga bulan. Gede melanjutkan, mengantisipasi tindakan main hakim warga, Polsek Muntilan memanggil empat pemilik bilik asmara. Yakni, Sutrisno, Juminah, Sri Rejeki, dan Della, pada 26 Desember, pukul 12.45- 14.00. Ke-4 orang tersebut diberikan pembinaan diminta menyelesaikan keberadaan bilik asmara tersebut.”Kami tawarkan, mau dibongkar sendiri atau dibongkar polisi. Mereka memilih bongkar sendiri,” imbuh Mantan Kasubag Humas Polres Magelang ini.(ady/hes)