MAGELANG – Ada wacana pengurangan dana pengamanan pemilihan umum (pemilu) mendatang di Mabes Polri. Tentu saja, ini berimbas pada semua Polda dan Polres di bawahnya.Sejauh ini, belum ada kepastian, seperti apa imbasnya di Polres Magelang Kota. Termasuk, langkah apa yang akan dilakukan. Karena, Polres Magelang Kota masih menunggu petunjuk teknis (juknis) dari Polda Jateng, terkait penerjunan jumlah personel untuk pengamanan pemilu 2014. “Kami menunggu petunjuk dari Polda Jateng, terkait jumlah personel yang diterjunkan. Yang jelas, sejauh ini kami masih mengintensifkan latihan anggota guna pengamanan pemilu,” tegas Kapolres Magelang Kota, AKBP Tommy Aria Dwianto, kemarin. (16/1)Polres juga mengaku belum mengetahui rencana pengurangan dana pengamanan pemilu pada Mabes Polri. Sebab, hingga kini kebijakan tersebut juga belum disahkan. “Kami baru tingkatkan untuk latihan saja. Karena jelas pada pemilu nanti rawan konflik,” imbuhnya.Ia menyebut, pelanggaran tersebut bisa saja dilakukan partai politik (parpol). Misal, pemasangan atribut yang berada di zona larangan. Kemudian soal distribusi logistik pemilu juga wajib mendapat pengawalan ketat dari kepolisian. “Selain itu, yang menjadi fokus utama adalah pengamanan kampanye terbuka, karena potensi pelanggaran lalu lintas sangat besar. Kami tidak segan menindak jika ada pelanggaran,” tegasnya.Tommy melanjutkan, kesiapan jelang pemilu akan dilakukan latihan bagi semua personel. Setidaknya, 250 anggota dilibatkan dalam latihan tersebut. “Kami juga menggelar simulasi yang melibatkan Brimob dan tim gegana. Ini untuk memaksimalkan pengamanan pemilu,” katanya.Seperti diketahui, dana pengamanan pemilu 2014 di Mabes Polri dikurangi dari anggaran Rp 3,5 triliun jadi Rp1 triliun untuk aparat kepolisian di seluruh Indonesia. Imbasnya, Polri mewacanakan pengurangan personel pengamanan pemilu 2014 menjadi 1/6 kekuatan dari biasanya 2/3 kekuatan.(dem/hes)