DIMONITOR: Anggota Komisi A DPRD DIJ berkunjung di KPUD Gunungkidul (16/1).
Gunakan Data Lama, Tak Sesuai Jumlah DPT
WONOSARI – Komisi A DPRD DIJ kemarin melakukan pemantauan persiapan pemilu di KPUD Gunungkidul. Dalam kesempatan tersebut terungkap, kemungkinan besar jumlah surat suara yang nanti dikirim KPU pusat ke wilayah tersebut tidak sesuai dengan jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT).Hal ini terjadi karena KPU pusat menggunakan dasar cetak kertas suara dengan DPT per 1 November 2013. Padahal dalam perkembangannya, ditemukan DPT invalid.Penetapan DPT pertama 13 September 2013 jumlahnya 596.819, selanjutnya dalam rapat pleno kedua pada 13 Oktober sebanyak 594.599 DPT. Memasuki penetapan ketiga kalinya, yakni 1 November jumlahnya kembali turun menjadi 593.857.Sesuai rencana, KPU akan kembali mengubah DPT-nya karena diketahui masih ada data invalid. Rupanya KPU menggunakan data DPT per 1 November 2013 sebagai dasar pencetakan surat suara padahal data DPT masih mengalami pergerakan.Mencermati persoalan ini, salah seorang anggota Komisi A DPRD DIJ Eko Suwanto mendesak KPU, Depdagri dan Presiden untuk jujur menyediakan data kependudukan dan pemutakhiran data pemilih secara baik.Jika pencetakan logistik pemilu dengan menggunakan DPT November 2013, hal ini akan berakibat adanya gap antara jumlah surat suara dan perbedaan DPT yang dicetak dengan DPT yang dimutakhirkan hingga 14 hari sebelum coblosan. “Kami mendesak KPU untuk menyetop pencetakan logistik pemilu hingga DPT benar-benar beres. Ini merupakan pelanggaran UU 8/2012 tidak boleh terus dibiarkan. Harus ada penegakan hukum, khususnya terkait DPT amburadul,” tegasnya.Divisi Hukum Hubungan Lembaga dan Pengawasan KPUD Gunungkidul Is Sumarsono mengatakan, dasar pencetakan surat suara per 1 November 2013 itu dari KPU pusat. Dengan ini pihaknya mengakui, jika kemungkinan besar jumlah surat suara yang dikirim KPU nantinya tidak sesuai dengan jumlah DPT. “Jumlah kelebihan surat suara berapa kami belum tahu, karena akan kami koordinasikan lagi,” kata Sumarsono.Ketua Panwaslu Gunungkidul Buchori Ikhsan mengatakan, persoalan kelebihan surat suara itu nanti akan menjadi perhatian serius. Pihaknya akan melakukan cek keluar masuknya surat suara tersebut.”Mungkin KPU pertimbangannya karena terbentur waktu lelang, akirnya DPT yang digunakan per 1 November 2013. Tidak masalah kalau berlebih, yang penting jangan kurang,” kata Buchori. (gun/iwa)