JOGJA – Semakin menarik minat masyarakat menjadi investor pasar modal, mulai 6 Januari 2014 lalu diberlakukan perubahan lot size. Tadinya satu lot sama dengan 500 lembar saham, berubah menjadi 100 lembar. Dengan harga yang makin terjangkau, diharapkan minat masyarakat makin tinggi dalam berinvestasi di pasar modal.Kepala Pusat Informasi Pasar Modal (PIPM) Jogjakarta Irfan Noor Riza mengatakan pasca perubahan lot size tersebut, hingga saat ini sudah terjadi peningkatan. Baik untuk transaksi maupun jumlah investor. Meski diakui Irfan, dirinya belum mendapatkan data pasti. “Kalau resmiya Februari nanti baru terlihat,” ujar Irfan kemarin (16/1).Meskipun begitu berdasarkan laporan dari sekuritas, setelah perubahan tersebut terdapat kenaikan sekitar dua hingga lima persen. Baik untuk transaksi maupun jumlah investor. Diakuinya, untuk wilayah seperti DIJ dan sekitarnya, perubahan ini sangat positif. Dengan begitu berinvestasi menjadi lebih murah dan terjangkau.Selain itu juga dapat memberi dampak positif terhadap investasi.Hal itu karena para investor dapat memperoleh saham-saham berfundamental bagus. “Biasanya saham-saham ini harga per lembar sahamnya sudah relatif tinggi, sehingga harga perolehannya juga tinggi,” tuturnya.Sentimen positif juga terlihat dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Pada awal tahun ini banyak aksi borong yang dilakukan terutama oleh investor asing. Hal itu kemudian diikuti oleh para investor lokal termasuk di DIJ. “Artinya transaksi sudah pasti meningkat kalau melihat kondisi seperti ini,” ungkapnya.Irfan mengharapkan dengan makin banyaknya investor baru, harapannya menjadi salah satu cara untuk menaikkan IHSG kembali. Dengan masuknya banyak investor baru dapat meningkatkan nilai transaksi. “Selain juga untuk memperkecil gap antara investor asing dan investor lokal,” terangnya. (pra/ila)