Tren Penderita DBD Menurun
BANTUL – Upaya efektif pencegahan penyakit demam berdarah (DBD) maupun Chikungunya salah satunya melalui Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN). Itu karena sumber penyakit keduanya berasal dari nyamuk. Hanya saja, khusus pemberantasan nyamuk Chikungunya tidak diperlukan fogging.Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantul Maya Sintowati menilai, pemahaman masyarakat mengenai fogging masih kurang. Sebab, sebagian masyarakat masih berasumsi salah satu penanganan berbagai jenis penyakit yang bersumber dari nyamuk harus di-fogging. “Eman-eman alame nek disemproti koyok ngono,” terang Maya kemarin (17/1).Maya beralasan dampak penyakit Chikungunya tidak memicu pada kematian, tidak seperti DBD. Karena itu, fogging hanya dikhususkan pada pemberantasan nyamuk Aedes aegypti penyebab penyakit DBD. “Itu pun dilakukan kalau sudah ada korbannya,” ujarnya.Maya meminta kepada masyarakat segera memeriksakan diri atau anggota keluarganya yang mengalami panas mendadak. Selain sebagai langkah dini, pemeriksaan ke puskesmas maupun pusat layanan kesehatan tersebut juga dapat dijadikan acuan dinkes untuk menentukan langkah berikutnya. “Kita tahu ada DBD atau Chikungunya kan ada vonis dari dokter yang memeriksa,” ungkapnya.Menurut dia, tren penderita DBD pada musim penghujan ini cenderung mengalami penurunan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Meski begitu, penyakit-penyakit lainnya bawaan musim penghujan seperti diare juga patut diwaspadai. “Antisipasinya sampah-sampah harus dikelola dengan baik karena lalat di sampah ini yang menyebabkan diare,” ulasnya.(zam/din)