JOGJA – Penjualan sepeda motor bebek semakin mengalami penurunan. Pasalnya, hadirnya sepeda motor matic dan sport berharga murah makin mengikis pasar varian bebek dari berbagai produsen sepeda motor. Bahkan kini pasar sepeda motor ini tak sampai 20 persen dari total pasar sepeda motor di DIJ.Chief PT YIMM DDS 3 Jateng DIJ Eddy Ang menjelaskan saat ini kontribusi motor bebek Yamaha hanya tinggal 12 persen saja. Mayoritas beralih ke motor matic maupun sport. Menurutnya pembeli paling banyak beralih ke matic, terlebih karena penggunaanya yang praktis. “Matic mendominasi penjualan hingga 65 persen disusul sport kemudia baru bebek,” ujarnya baru-baru ini.Menurutnya meski Yamaha baru saja meluncurkan Yamaha Force Injeksi, ternyata peminatnya masih kalah dibandingkan matic. Saat ini yang paling laris untuk penjualan Yamaha, adalah Mio GT. Dari rata-rata penjualan Yamaha per bulan mencapai 25 ribu, enam ribu diantaranya dari Mio GT. Kemudian diikuti Vixion. “Untuk bebek ini masih ada peminatnya, meski terus turun,” tuturnya.Sementara itu Head Of Marketing PT Astra PT Astra Motor Jogjakarta Budi Hartanto mencatat selama 2013 lalu penjualan motor bebek Honda hanya mencapai sekitar 18 persen dari total semua penjualan. Bahkan pada tahun ini diperkirakan akan semakin turun. Penjualan motor bebek pada 2014 ini diprediksi akan kembali turun, hanya tinggal 12 hingga 15 persen saja. “Larinya kalau tidak ke matic ya ke sport low,” ungkapnya.Terlebih setelah Honda meluncurkan sport low, Ver, yang harganya hampir sama dengan motor bebek. Banyak yang mengalihkan pembelian dari tipe bebek ke sport. Dalam sebulan, rata-rata Verza mampu terjual hingga sekitar 800 unit. Dalam mendongkrak penjualan, Honda juga banyak menggelar promo untuk tipe bebek. (pra/ila)