WONOSARI – Jumlah penduduk Gunungkidul per 31 Desember 2013 versi Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) pemkab setempat sebanyak 744.612 jiwa. Naik 66.614 jiwa dari data demografi 2011. Menariknya, di 18 kecamatan, jumlah pria dan wanita beda tipis. Data penduduk berbagai usia laki-laki pada 2012 ada 370.494 sementara perempuan 374.118 orang atau hanya selisih 3.624 jiwa. Contoh per kecamatan misalnya, untuk Saptosari, jumlah kaum hawa lebih sedikit dibanding kaum adam yakni, 19.123 banding 19.043. Kemudian untuk Kecamatan Rongkop, jumlah perempuan sepertinya juga tidak sebanding dengan jumlah laki-laki. Di wilayah tersebut, pria berjumlah 15.200 sementara perempuan 15.212 atau selisih 12 orang saja. Lalu, dari seluruh kecamatan yang ada, penduduk perempuan paling sedikit adalah Kecamatan Purwosari. Wilayah dekat pesisir pantai selatan tersebut jumlah penduduk secara keseluruhan 20.271 jiwa. Untuk laki-laki 10.061 sementara perempuan 10.610.
Lalu, data demografi ini dipecah lagi menjadi per kepala keluarga (KK). Total di Gunungkidul berjumlah 221.671 KK. Rinciannya, KK laki-laki sebanyak 194.374, perempuan ada 27.297 KK. Ambil contoh untuk ibukota kecamatan Gunungkidul, Wonosari. Jumlah totalnya ada 24.624 KK. Dimana KK laki-laki 21.417, perempuan 3.225 KK. Wonosari KK-nya paling banyak dibanding 17 kecamatan yang lain mengingat jumlah penduduknya ada 84.943 jiwa. “Data tersebut sudah keseluruhan, dihitung dari data akta kematian, kelahiran, pindah pergi dan pindah datang,” kata Kepala Disdukcapil Gunungkidul Eko Subiantoro.
Dia mengakui, data yang dimiliki disdukcapil belum valid 100 persen. Pasalnya, data kematian di masing-masing wilayah tidak semua masuk ke dinas. Total akta kematian tercetak 238 namun realitas di lapangan ada 6.157 akta kematian.
Eko mencontohkan untuk data kematian warga Kecamatan Wonosari. Sesuai dengan akta kematian cetak, hanya tecatat 45 orang meninggal dunia, namun kenyataannya di lapangan jumlahnya 1.050 orang. “Karena laporan kematian hanya sampai ke desa, tidak dibuatkan akta kematian,” terangnya. Lalu data penduduk menarik lainnya adalah pindah pergi dan pindah datang. Arus urbanisasi Gunungkidul ternyata cukup banyak. Jumlah penduduk yang pergi jauh lebih banyak ketimbang penduduk datang. Jumlah penduduk pindah pergi pada 2013 sebanyak 5.757 sementara yang masuk ke Bumi Handayani ada 4.073 orang. “Datang dan pergi umumnya warga Gunungkidul yang merantau. Alasan ekonomi untuk yang utama,” (gun/iwa)