Dimulai Pembangunan Pasar Bandongan
MUNGKID– Pemkab Magelang berencana melakukan pembangunan tahap kedua Pasar Bandongan yang habis terbakar. Rencananya, prosesnya diawali dengan lelang yang akan dilakukan pada Juni 2014.Sebelumnya, pemkab menghentikan proses pembangunan fisik Pasar Bandongan pada 30 Desember 2013. Saat itu, pembangunan belum mencapai 100 persen. Akan tetapi, Pemkab Magelang menghentikan, karena pelaksana proyek tak bisa menyelesaikan pembangunan tepat waktu.Kepala Dinas Pekerja Umum Energi Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Kabupaten Magelang Sutarno menyatakan, pembangunan fisik pasar tahap kedua akan kembali dilelang pada Juni- Juli mendatang. Sesuai rencana, revitalisasi tahap kedua tersebut, Pemkab Magelang akan membangun kios, los, drainase, areal parkir, memasang instalasi listrik, serta air.Pasar Bandongan yang baru nanti, akan berdiri di atas tanah seluas 2.464 meter persegi dan digunakan sekitar 2 ribu pedagang. “Para pedagang terdiri dari pedagang los, kios, serta oprokan,” kata Sutarno, pekan lalu.Disebutkan, revitalisasi Pasar Bandongan tahap pertama, dialokasikan dana Rp 9,1 miliar. Pembangunan dikerjakan mulai September – Desember 2013. Pemkab Magelang menghentikan pembangunan tahap pertama, karena pelaksana proyek tak menyelesaikan pembangunan tepat waktu.Saat dihentikan akhir Desember lalu, pengerjaan baru menyentuh 87,9 persen. Objek fisik yang dihentikan adalah pemasangan kap gedung sisi timur dan pembuatan tangga di depan pasar. “Pemberhentian kontrak terpaksa dilakukan pada 30 Desember 2013. Sebab, rekanan tak bisa menyelesaikannya sesuai kontrak,” imbuh Sutarno.Sementara itu, rencana pembangunan kembali pembangunan Pasar Bandongan tahap dua mendapat respons positif dari pedagang. Pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Pasar Bandongan (P3B) berharap pemkab benar-benar melangsungkan pembangunan fisik. Karena, para pedagang sangat menanti bangunan fisik selesai secepatnya. “Para pedagang meminta Pemkab Magelang merancang pembangunan kembali. Kami ingin sesegera mungkin pembangunan dilakukan, karena ingin secepatnya berdagang di pasar secara normal,” papar Wakil Ketua P3B Mujtahidin.Mujtahidin meminta pembangunan dilakukan sesuai rencana. Karena pedagang tidak menginginkan kejadian seperti pembangunan tahap pertama terulang lagi pada pembangunan tahap kedua nanti.”Untuk itu, pengawasan terhadap pelaksanaan ini perlu dilakukan secara bersama-sama,” pinta Mujtahidin.Ketua P3B Ahmad Maazim menjelaskan, sudah setahun lebih pascakebakaran Pasar Bandongan pada 14 juli 2012, ada 337 pedagang yang menempati bangunan pasar sementara. Kebakaran Pasar Bandongan memaksa ratusan kios ludes tak tersisa. Sejak Agustus 2012, ratusan pedagang dipindahkan ke pasar penampungan yang memanfaatkan tanah kas Desa Bandongan.”Pedagang minta pembangunan tahap kedua cepat tuntas,” katanya.(ady/hes)