Pencetus kaos Hopper bersama Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi (dua kiri) di kantor pemkab (17/1).Oleh-Oleh Khas Gunungkidul Bernama Kaos Hopper
Gunungkidul menjadi salah satu tujuan wisata favorit di DIJ. Kesuksesannya sempat hambar karena wilayah ini belum banyak memiliki oleh-oleh khas untuk para pelancong. Tapi itu dulu. Kini sejumlah anak muda memproklamirkan kaos khas kota Gaplek yakni Hopper.
GUNAWAN, Wonosari
MULAI Jumat (17/1) lalu para wisatawan mulai diberi sejumlah alernatif oleh-oleh khas Bumi Handayani. Jika jauh hari sebelumnya telah lama ngetop dengan kuliner berupa tiwul, kini ada yang baru. Tidak enak dimakan namun dijamin tahan lama.Tiga orang, Yusuf Adhitya Putratama, Rahmat Tofik dan Tri Wibowo berinisiatif membuat oleh-oleh berupa kaos khas Gunungkidul. Gagasan tersebut muncul dari kegelisahan tiga orang ini ketika ditanya wisatawan mengenai oleh-oleh khas Gunungkidul.”Saat saya menjadi driver wisata jip Gua Pindul banyak wisatawan yang menayakan kaos khas Gunungkidul yang belum ada,” kata inisiator kaos Yusuf usai peluncuran produk kaosnya oleh Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi (17/1).Dia menjelaskan, nama brand kaosnya Hopper. Merupakan penggalan kata grasshopper yang berarti belalang. Belalang adalah salah satu makanan ekstrem khas Gunungkidul.Supaya wisatawan mudah mendapatkan, kaos Hopper ini dipasarkan di jalur-jalur strategis. Di antarannya, p​roduk asli hopper dijual di pusat oleh-oleh Ika Sari Jl Gading Wonosari (timur SPBU Gading, Playen). Sementara rumah produksinya di Jl Sri Rejeki 1 Purwosari, Baleharjo, Wonosari. “Sejauh ini kami sudah melempar ke pasaran sebanyak 100 kaos. Kita tes pasar dulu,” ujar Yusuf.Immawan menyambut baik terobosan anak-aak muda ini. Menurut dia, sekarang wisatawan tidak lagi bingung untuk mendapatkan oleh-oleh khas kaos. “Kalau di daerah lain punya brand sendiri di Gunungkidul ada Hopper,” kata Immawan.Menurut dia, desain kaos Hopper sangat variatif dan khas, karena icon dalam kaos tak asing lagi yakni belalang. Dia berharap, dengan peluncuran Hopper menjadi kaos khas Gunungkidul maka akan menambah daya tarik wisata.”Sebab, jika suatu daerah yang mempunyai potensi wisata tetapi tidak memiliki oleh-oleh berupa kaos khas dirasa masih kurang,” kata Immawan. (*/iwa)