Bank Sleman Komitmen Menjadi Banknya UKM
SLEMAN- Dana penyertaan modal Rp 2 miliar bagi Bank Sleman dinilai tidak sia-sia. Meskipun nilai itu jauh lebih kecil dari dana yang digelontor untuk BPD DIJ, sesuai persetujuan tim anggaran pemerintah dan DPRD Sleman. Seandainya pemerintah menggelontor dana lebih besar, bisa jadi keuntungan yang diperoleh juga lebih baik. Setidaknya, itu dilihat dari progres Bank Sleman yang selalu menunjukkan pertumbuhan positif. Kondisi itulah yang sempat memicu perdebatan di kalangan pemangku kepentingan, dalam penggelontoran dana penyertaan modal pada akhir Desember 2013.
Selama 2013, dengan suntikan modal Rp 52 miliar, aset Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Sleman itu mencapai Rp 432 miliar. Terjadi pertumbuhan 20 persen disbanding tahun sebelumnya. Dari jumlah itu kredit tersalurkan mencapai Rp 336 miliar, dengan pertumbuhan 21 persen. Dan simpanan masyarakat berbentuk deposito dan tabungan mencapai Rp 262 miliar. Pertumbuhan laba mencapai 34 persen. Atau Rp 15,5 miliar.
Direktur Utama Bank Sleman Muh Sigit mengatakan, lembaganya telah mengucurkan dana kredit dengan porsi cukup besar bagi pelaku usaha kecil menengah (UKM). Debitur UKM mencapai 55 persen, sisanya untuk debitur umum. “Itu kami kucurkan selama empat tahun terakhir,” ungkapnya di sela penarikan undian Tabungan Mutiara Ke VI akhir pekan lalu. Pada 2014, Bank Sleman berkomitmen menjadi banknya UKM Sleman. akan disalurkan program baru berupa kredit murah Sembada bagi kelompok usaha mikro dengan bunga hanya 0,78 persen per bulan. Bupati Sleman Sri Purnomo mendorong manajemen Bank Sleman selalu punya gebrakan baru. Tidak semata-mata untuk mendongkrak keuntungan lembaga, tetapi, lebih dari itu untuk membantu perkembangan usaha kecil mikro.
Menurut Sri, Tabungan Mutiara VI menjadi salah satu pengungkit perekonomian di Kabupaten Sleman. Dengan catatan, strategi pengundian menimbulkan efek ganda, yakni peningkatan nasabah, tabungan dan deposito, peningkatan realisasi kredit, peningkatan pendapatan/keuntungan, dan pada gilirannya berpengaruh langsung pada sektor riil. Dana masyarakat yang terkumpul dalam tabungan dapat dimanfaatkan untuk menambah investasi, sehingga akan memacu kegiatan-kegiatan yang bersifat produktif dan memberi nilai tambah suatu produk yang mampu menarik pasar, dan akhirnya dapat meningkatkan perekonomian daerah. “Setidaknya, pengundian hadiah bisa menjadi daya tarik masyarakat untuk menabung dan menekan sikap konsumerisme,” kata Sri Purnomo. Bupati juga berharap kepada Bank Sleman lebih berperan dalam upaya meningkatkan perekonomian. (yog/din)