JOGJA – Salah satu industri yang mendapatkan berkah dengan kehadiran Pemilu 2014 adalah industri periklanan. Pelaku industri periklanan yakin pada tahun politik ini akan turut menaikkan pendapatan bisnis mereka.Ketua Persatuan Perusahaan Periklanan Pengda DIJ Eddy Purjanto mengatakan seperti sebelumnya, saat agenda politik belanja iklan politik akan meningkat. Seiring pelaksanaan pemilu, belanja iklan diperkirakan naik terutama dari kalangan calon legislatif dan partai politik yang bertarung di Pemilu 2014. “Sebagaimana pemilu sebelumnya, belanja iklan nasional naik, daerah juga ikut naik,” jelas Eddy baru-baru ini.Eddy menjelaskan untuk kondisi di daerah, biasanya perusahaan iklan lebih banyak meraup berkah. Terutama dari meningkatnya permintaan iklan outdoor seperti baliho, billboard, spanduk maupun poster. Meskipun begitu, diakuinya kondisi saat ini belum ramai. “Kalau sekarang belum banyak. Kami perkirakan mulai Februari nanti akan seru” jelasnya.Menurut pemilik perusahaan periklanan Exist Advertising ini, meski industri periklanan tumbuh namun pertumbuhannya diperkirakan tak setinggi pendapatan pada Pemilu 2009 lalu. Hal ini dikarenakan pemberlakuan aturan tentang pemasangan alat kampanye yang lebih ketat. Diakuinya iklan kampanye outdoor seperti pemasangan baliho, spanduk dan billboard masih mendominasi iklan kampanye.Hal yang sama juga diakui pelaku bisnis periklanan di Jogjakarta, Ajiek Tarmidzi. Perusahaan yang dikelolanya sekarang ini sudah mulai banyak menerima order dari beberapa calon legislatif maupun partai.Pemilik perusahaan periklanan Starcom Sukses Makmur ini mengatakan meski permintaan belum melonjak tinggi, namun order materi iklan outdoor sudah mulai banyak dikerjakan. “Rata-rata orderan ini datang dari luar DIJ seperti Pekalongan, Surabaya, Medan, Bandung. Semua untuk caleg DPR RI,” terang Ajiek. (pra/ila)