PURWOREJO – Wakil Bupati Suhar melantik pengurus paguyuban kades dan perangkat desa Polosoro di Pendapa Rumah Dinas Bupati, Kamis (16/1). Pelantikan itu sekaligus menetapkan Kades Desa Majir Budi Sunaryo sebagai ketua umum Polosoro periode 2014-2017.Ia terpilih secara aklamasi dalam musyawarah daerah (Musda) ke-4, di Pendapa Eks-Kawedanan Kutoarjo, pada 18 Desember 2013.Ketua Umum Polosoro Budi Sunaryo menegaskan, pihaknya tidak akan membawa paguyuban Polosoro ke ranah politik. Namun, pihaknya memberikan kebebasan berpolitik bagi pengurus yang lain secara individu. Menurutnya, secara organisasi Polosoro harus independen dalam memperjuangkan masyarakat sebagai mitra Pemkab Purworejo dalam membangun daerah. “Saya siap diturunkan bila nanti Polosoro masuk ke ranah politik praktis. Kami atas nama pengurus meminta arahan dan pertimbangan pada Dewan Pembina Polosoro dan pengurus lama dalam menjalankan roda organisasi,” katanya.Ia meneruskan, tahun 2014 sering diidentikkan tahun politik. Namun, ini harus dimaknai sebagai wahana memilih calon pemimpin daerah yang memiliki kualitas unggul. Karenanya, anggota Polosoro wajib melakukan pendampingan masyarakat secara pribadi dalam pesta demokrasi tersebut. “Anggota Polosoro diperbolehkan menyalurkan aspirasi politiknya. Catatannya, tidak boleh membawa nama Polosoro,” katanya.Pelantikan ratusan pengurus Polosoro itu juga dihadiri pendiri Polosoro yang juga mantan bupati Purworejo Kelik Sumrahadi SSos MM. Secara pribadi, Kelk mengucapkan selamat pada pengurus yang baru dilantik. Ia meminta nantinya pengurus bisa melakukan program kerja yang selaras dengan program pembangunan daerah. “Keberhasilan organisasi harus diawali dengan sesuatu yang kecil. Misal, tepat waktu, kelengkapan kehadiran koordinasi dijaga, dan tetap independen,” papar Kelik.Wakil Bupati Purworejo Suhar berharap, Polosoro harus responsif terhadap dinamika zaman yang berkembang. Termasuk dinamika yang ada. Ke depan, Polosoro harus menjadi media pembelajaran dan medan perjuangan bersama dalam memajukan daerah. “Kami minta, Polosoro menjadi mitra yang baik Pemkab Purworejo,” pinta Suhar.Suhar meneruskan, disahkannya Undang-Undang Desa termasuk tantangan baru bagi para kepala desa. Ia mengimbau pemerintah desa menjalankan program sesuai ketentuan yang berlaku, agar tak jadi masalah di kemudian hari. “Semua program dan pengelolaan keuangan desa harus dilakukan dengan profesional dan transparan,” katanya.(tom/hes) ont-�Hl:��`�,”sans-serif”‘>Sebagian perajin ada yang nekat meminjam uang ke sejumlah pihak guna bertahan hidup dan memulai usaha. Tak pelak, banyak perajin yang terlilit hutang besar. “Saya terpaksa hutang kebutuhan pokok di warung tetangga untuk bertahan hidup. Sedangkan untuk memulai membuat gula, saya masih berpikir bagaimana caranya,” katanya.Perajin lain Sohri, 40, menuturkan, jika kondisi cuaca normal, produksi gula merah bisa dimulai setengah bulan atau sebulan ke depan. Itupun hasilnya dipastikan kurang maksimal.Sebagian perajin di Kecamatan Butuh mulai mengambil air nira kelapa dan sebagian lainnya memperbaiki dapur yang rusak. “Baru sedikit perajin yang mulai mengambil nira. Mereka mengalami kendala uang untuk membeli obat dan kayu bakar atau sekam padi,” ujarnya.(*/hes)-fam� “��`�ans-serif”‘>Ia berharap, setiap tahun koleksi museum yang dikelola Pemkot Magelang ditambah. Ia tidak memungkiri, keberadaan museum tidak banyak diketahui masyarakat Kota Magelang. “Perlu dilakukan promosi agar masyarakat mengetahui keberaadan museum ini dan sejarah yang menyertainya,” katanya.(dem/hes)