JOGJA – Peristiwa pada Senin 11 November 2013 di kantor DPRD Kota Jogja masih terus terngiang di telinga Ketua DPRD Kota Jogja Henry Koencoroyekti. Hal serupa terjadi pada Ketua Fraksi PDI Perjuangan Sujanarko. Mereka saat itu dilabrak Wakil Wali Kota Jogja Imam Priyono. Mantan direkrut PDAM Tirta Marta itu datang bersama puluhan pendukungnya.
Kala itu rencananya anggota dewan menggelar pertemuan resmi dengan eksekutif. Mereka berniat menanyakan penegakan peraturan daerah (perda) soal perizinan. Tapi, pertemuan itu batal digelar. Imam “menyemprot” Henry dengan Sujanarko. “Kamu-kamu ini satu partai dengan saya. Tapi selama ini menyerang saya soal pelanggaran perda,” kata Imam kala itu.
Peristiwa tersebut masih diingat Henry dan Koko, sapaan akrab Sujanarko. Maka, saat muncul keputusan beberapa politikus PDIP yang mengatasnamakan pengurus DPC Kota Jogja terkait lambatnya proses pembahasan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (RAPBD) 2014 Kota Jogja, mereka seolah tak ambil pusing. “Kami ini sudah menjadi sasaran,” kata Koko akhir pekan lalu. Koko menegaskan, sebagai ketua Fraksi PDIP sebenarnya sudah berusaha untuk mempercepat pembahasan RAPBD. Hanya, setiap pembahasan selalu ada kendala terkait data dan kesiapan dari eksekutif.
“Masak dumeh wali kota dan wakil wali kota satu partai, kami tidak menjalankan fungsi budgeting? Kalau memang ada penganggaran yang tak beres, ya kami tidak mau ikut-ikutan menanggung dosa di Wirogunan,” tutur Koko. Wirogunan yang dimaksud oleh Koko adalah Lembaga Pemasyarakatan Wirogunan.
Koko memberikan contoh mengenai kesiapan eksekutif. Salah satunya adalah anggaran untuk Forum Olahraga Rekreasi Indonesia (Formi) yang diketuai Imam. Organisasi olahraga hobi tersebut diusulkan mendapatkan hibah dari Pemkot Jogja senilai Rp 2 miliar pada 2014. “Kami menemukan adanya ketidakberesan dalam perencanaan tersebut. Proposal masuk pada Desember 2013 lalu. Kami tanyakan ke Bagian Hukum Pemkot Jogja juga tak menjamin dikemudian hari tak jadi masalah,” sambungnya. Imam selaku ketua Formi mengaku tak mempermasalah pencoretan bantuan dana untuk organisasi yang dipimpinnya. Dia menegaskan legawa dengan keputusan dari Badan Anggaran (Banggar) yang tak memberikan anggaran hibah kepada Formi.
Hanya, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa, Pemuda, dan Olahraga (Kesbangpora) Kota Jogja Sukamto, selaku pengguna anggaran tersebut malah menawarkan perlunya diberikan penguatan pimpinan dewan mengenai wawasan kebangsaan. Dia beralasan pencoretan dana Formi itu memperlihatan pimwan tak memiliki wawasan kebangsaan. Kisruh di internal PDIP yang melihatkan IP dan Henry tak berhenti di sini. Terakhir, 12 pengurus DPC PDIP Kota Jogja minus Ketua DPC Sujanarko menggelar konferensi pers soal keputusan partai yang memberikan ultimatum kepada Henry. Antonius Fokki Ardianto selaku wakil ketua DPC PDIP mengungkapkan, keputusan rapat DPC pada 8 dan 13 Januari memberikan ultimatum kepada Henry dan Koko. Mereka bakal direkomendasikan dipecat dari jabatannya selama ini. Pemecatan siap dilakukan jika mereka tak segera merampungan pembahasan APBD sampai 31 Januari.
“Ketua dewan bertanggung jawab. Karena selain menjadi ketua Banggar, juga Badan Musyawarah (Banmus) yang menentukan irama dari pemabahasan APBD. Ketua fraksi juga kami rekomendasikan ke DPP untuk dipecat karena turut serta,” tandas Fokki (14/1). Atas polemik terkait pembahasan APBD ini, Sekretaris DPC PDIP Kota Jogja Danang Rudyatmoko menilai, terkatung-katungnya nasib APBD memang tak lepas dari kisruh internal partainya. Mewakili DPC-DPC, dia memohon maaf kepada masyarakat Kota Jogja. “Kami memohon maaf karena sampai sekarang pembahasan APBD belum juga selesai. Sebagai bentuk tanggung jawab, kami akan segera mengupayakan percepatan pembahasan selesai,” tambahnya. Soal kisruh internal itu, Danang tak secara terang mengakui adanya hubungan personal yang tak beres antara IP dengan Henry. Ia memastikan saat ini sedang melakukan konsolidasi untuk menyegerakan pembahasan APBD. “Seluruh kader yang duduk di eksekutif maupun legislatif kami desak segera turun tangan mempercepat pembahasan ini,” imbuhnya. (eri/amd)