PURWOREJO – Musim hujan menjadi momok tersendiri bagi warga Purworejo tahun ini. jika di dataran rendah terancam bencana banjir, warga yang bermukim di dataran tinggi tak kalah waswas. Mereka terus diintai longsor.Seperti dialami warga Donorejo, Kecamatan Kaligesin, Purworejo. Sebanyak 17 rumah warga desa setempat terancam bencana tanah longsor. Warga terpaksa meninggalkan rumah untuk menyelamatkan diri, saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan lama. Terlebih sebelumnya, tanah yang berada di teras bukit sempat longsor dan membuat retakan memanjang mengitari Dukuh Danansri.Rumah warga benar-benar tepat di bawah rekahan tanah Bukit Keseneng yang ditanami pohon pinus oleh Perhutani. Di bagian atas, tanah sudah lama runtuh setiap hujan turun lama.”Sekarang juga masih ada rekahan tanah memanjang dengan radius 300 meter lebih mengelililingi dusun,” papar Kepala Desa (Kades) Donorejo Suparman saat menerima bantuan bencana dari Generasi Muda (GM) PKPPI Purworejo di halaman Markas Koramil Kaligesing, baru-baru ini.Suparman menjelaskan, saat longsor dan rekahan tanah muncul akhir 2013, sejumlah rumah warga juga rusak dan tak layak lagi ditempati. “Waktu itu, tidak ada korban jiwa. Namun korban rumah rusak cukup banyak,” jelasnya.Camat Kaligesin Budi Wibowo SSos MSi menambahkan, pada awal 2014, tepatnya bersamaan bencana banjir yang melanda kecamatan di dataran rendah, ada 40 rumah warga di Kaligesing yang juga terkena musibah tanah longsor. “Masing-masing ada di Desa Donorejo, Hardimulyo, Somongari, dan Kaligono. Di Desa Somongari ada rumah warga yang baru saja dibangun dari bantuan dana rehab, rumah dindingnya jebol karena tertimpa tanah longsor,” imbuhnya.Saat penyerahan bantuan bencana tersebut, FG FKPPI memberikan sembako dan pakaian. “Bantuan serupa diberikan pada korban tanah longsor di Desa Purbayan, Kecamatan Kemiri,” kata Ketua GM FKPPI Purworejo Hasta SR.Andreas Kiscahjo, pengurus FKPPI lainnya menimpali, penyerahan bantuan dan bakti sosial kali merupakan arahan dan petunjuk dari Dandim Purworejo Letkol (Inf) Arry Sundoro SSos. “Dandmin meminta kami melakukan gerakan kepedulian pada korban bencana alam. Bantuan tidak hanya logistik, tetapi tenaga untuk ikut membersihkan material longsoran yang menimpa rumah warga,” jelasnya.(tom/hes)