SETELAH tahun lalu tren busana semarak dengan sentuhan extravaganza, namun di 2014 ini cenderung ke arah simpel. Baik untuk busana muslim, dress, hingga busana pria. Potongan buasana yang simpel ini dikombinasikan dengan gaya tumpuk atau berlapis. Nah, bagi para pecinta fesyen, mulailah memilah-milah koleksi di lemari untuk memadupadankan baju untuk mendapatkan gaya berlapis atau layering.Fashion Stylish Jogja Juris Bramantyo mengatakan dari beberapa peragaan busana perancang tanah air, indikasi simpel untuk busana sudah mulai digembar-gemborkan. Terutama untuk busana muslim. Setelah tahun lalu sangat extravaganza tahun ini lebih simpel. “Style-nya juga lebih pada separate pieces yang terpisah-pisah antara dalaman, luaran dan bawahan. Beda dengan tahun lalu yang lebih banyak busana terusan seperti kaftan,” ujar Juris kepada Radar Jogja, Senin (20/1).Layering atau berlapis, menurut Juris, gaya ini akan banyak digemari. Misalnya dress ditumpuk dengan celana, tunik panjang dipadu dengan celana. Atau tiga layer seperti celana yang dipadukan dengan kemeja panjang yang dikeluarkan dan ditumpuk dengan jaket. Dua atau tiga lapis seperti ini akan banyak digunakan baik dalam fesyen casual maupun fesyen muslim.Sedangkan untuk style hijab, lebih ke hijab syar’i yakni jilbab yang panjang hingga menutupi dada. Gay ini sudah mulai marak dikenakan di Jakarta dan Bandung. Hijab syar’i ini akan banyak dipadukan dengan busana terpisah, seperti baju dan jaket berpadu dengan rok atau celana.Sementara itu untuk gaya casual, dirinya memprediksi muncul kembali gaya-gaya grunge dan jaket-jaket kulit. Sedangkan untuk motif akan bermunculan motif floral yang teksturnya lebih rapat ala bunga-bunga Jepang. Selain itu juga busana yang dibuat layaknya kanvas. Sehingga banyak perancang yang menuangkan motif abstrak arstistiknya pada kemeja, T-shirt maupun blouse. Motif-motif huruf atau tipografi seperti tahun 1990-an juga akan kembali muncul dengan desain yang simpel dan menyuarakan pesan.Meski gaya grunge akan marak, namun gaya sporty yang seksi juga ambil bagian. Misalnya bentuk-bentuk rok ala pemain tenis perempuan. Rok-rok lipit juga kembali bermunculan, baik dalam bentuk rok pendek maupun panjang. Sedangkan untuk potongan, terutama bawahan akan cenderung kearah cutting panjang dengan siluet dibawah lutut namun ketat. “Untuk cowok masih banyak motif floral, namun bukan bentuk bunga tapi lebih pada daun dan ranting. Tren busana cowok di Jogja sendiri memang lebih lambat ketimbang yang cewek,” ujarnya.Sementara untuk warna, logam banyak memberikan inspirasi. Mulai dari perak, perunggu, emas, hingga tembaga akan banyak diadaptasi dalam bahan. Begitu juga dengan warna metalik, seperti hijau metalik dan merah metalik. “Sedangkan warna lain yang masih banyak di tahun ini yakni biru dan orange yang dipadukan dengan warna lain, misalnya biru dengan abu-abu,” ujar Juris. (dya/ila)