Salah satu ragam dari kain tenun ikat tradisional Indonesia yakni kain tenun Troso. Kualitas dan motifnya yang unik membuat tenun yang satu ini banyak digunakan sebagai material produk rumah tangga. Seperti sarung bantal, taplak meja, dan bed cover. Namun belum banyak yang mengangkatnya dalam industri mode. Melihat hal tersebut, desainer Mustika Dewi mencoba mengangkat kain tenun Troso dalam rancangannya.Mengusung tajuk Treasure of Troso, perancang muda Jogja ini mengeksplorasi kain tenun Troso menjadi busana modern. “Karena belum banyak yang mengangkat kain tenun Troso sebagai bahan utamanya, biasanya hanya sebagai aplikasi atau detail kecil-kecil saja,” ujar alumni Lembaga Pendidikan Mode Terpadu PAPMI DIJ ini kemarin (20/1).Dengan memilih kain tenun Troso berkualitas baik yang hasilnya lembut dan nyaman dikenakan, Mustika membuat rancangan evening dress. Mustika menghadirkan kain tenun Troso dengan aplikasi kain modern seperti linen dan lace. Dalam bentuk busana dengan permainan bagian kerah, lengan dan bawahan dengan aplikasi menyerupai sayap yang membalut rok bagian belakang.Motif-motif khas seperti binatang, garis dan bunga diterjemahkan kembali dalam beberapa detail rancangannya. “Seperti motif berbentuk ayam yang saya gunakan untuk rok, agar tampil lebih cantik dan etnik saya berikan semacam sayap dibagian belakang rok,” ujar Mustika.Memperkuat kesan etnik, koleksi yang ditampilkan dalam fashion show perdananya belum lama ini, Mustika bermain dengan aksesori etnik. Seperti kancing yang terbuat dari kayu, kemudian dibuat aplikasi semacam ikat pinggang dan beberapa aplikasi bentuk bunga yang dibuat dari material yang sama.Menurutnya, kualitas tenun Troso memang tidak perlu diragukan. Karena dibuat dengan menggunakan Alat Tenun Bukan Mesin (ATBM) sehingga motifnya tampak begitu detail. Dari segi motif memang mirip motif-motif tenun NTT, namun kain tenun Troso memiliki ciri khas dari segi warna yang cenderung berwarna pastel. “Saya coba eksplorasi agar tenun Troso semakin dikenal tidak hanya di asalnya yakni Jepara,” ujar Mustika. (dya/ila)